Senin, 09 November 2015

dasar ilmu tanaman BUNGA




ALAT PERKEMBANGBIAKAN (Organum reproductivum)
Memperbanyak diri / berkembang biak
Bagian tumbuhan memisahkan diri / oleh manusia dengan sengaja dipisahkan dari tumbuhan yang lama yang kemudian dapat tumbuh menjadi individu baru.
          Alat Perkembangbiakan dapat dibedakan menjadi 2  golongan :
  1. Alat perkembangbiakan Vegetatif atau a- seksual yaitu bagian tubuh tumbuhan yang dapat menjadi individu baru, sedang terjadinya bagian tadi tidak didahului oleh perkawinan (peleburan sel kelamin jantan dan betina)
  2. Alat perkembangbiakan Generatif atau seksual yaitu alat perkembangbiakan yang terjadinya didahului oleh peristiwa perkawinan
q  Alat perkembangbiakan vegetatif : 2
  1. Alat perkembangbiakan vegetatif alami yang terjadi menurut sifat pembawaan tumbuhan itu sendiri Contoh,
Ø  Umbi batang :kentang (Solanum tuberosum), Ubi jalar (Ipomoea batatas Polr)
Ø  Umbi Lapis : Bawang merah (Allium cepa)
Ø  Rimpang : Tasbih (Canna edulis Kerr)
Ø  Geragih : Arbe (Fragraria vesca)
  1. Anakan : Pisang (Musa sapientum L).
  1. Alat Perkembangbiakan vegetatif buatan yang hanya terjadi karena pembuatan sengaja oleh manusia Contoh :
  1. Setek / Turus :
Ø  Stek batang : Ubi kayu (Manihot utilissima Pohl), ubi jalar
Ø  Stek akar : Sukun (Artocarpus communis Forst), cemara ( Casuarina equisetiolia L)
Ø  Stek Daun : Cocor bebek (Kalanchoe pinnata Pers), Teh (Camellia sinensis)
2. Cangkokan
q  ALAT-ALAT GENERATIF
200px-Blume_mit_Schmetterling_und_Biene_1uf180px-Stigma3475180px-Tulip01ALAT-ALAT UNTUK PERKEMBANGAN BIAKAN, YANG BERFUNGSI UNTUK MEMELIHARA DAN MENGATUR AKAN TERJADINYA KETURUNAN DARI TUMBUHAN MELIPUTI ALAT PEMBIAKAN (ORGANA REPRODUCTIVA) YAITU BUNGA (FLOS), BUAH (FRUCTUS) DAN BIJI (SEMEN)

BUNGA (FLOS)

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/89/Hydrangea_macrophylla_blue.jpg/120px-Hydrangea_macrophylla_blue.jpghttp://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0e/Geranium_sylvaticum2.jpg/120px-Geranium_sylvaticum2.jpg


Geranium sylvaticum           Hydrangea macrophylla
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/15/Papaver_nudicaule_dsc00890_cropped.jpg/120px-Papaver_nudicaule_dsc00890_cropped.jpg 
Mammilaria gigantea         Papaver nudicaule
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0b/Clivia_miniata1.jpg/120px-Clivia_miniata1.jpghttp://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b3/Alamanda.jpg/120px-Alamanda.jpg


Alamanda/Bunga Loceng Kuning        Clivia miniata
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/82/EpilobiumAngustifolium-flower-kl.jpg/90px-EpilobiumAngustifolium-flower-kl.jpghttp://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/bd/Close_begonia.jpg/120px-Close_begonia.jpg


Bunga Kertas/Begonia          Epilobium Angustifolium
q  BUNGA ADALAH PERUBAHAN BENTUK DARI SALAH SATU ATAU KOMBINASI DARI BAGIAN POKOK TUMBUHAN DISEBABKAN OLEH SEJUMLAH ENZIM YANG DIRANGSANG OLEH SEJUMLAH FITOHORMON.
q  PEMBENTUKAN BUNGA DENGAN KETAT DIKENDALIKAN SECARA GENETIK DAN BANYAK JENIS DIINDUKSI OLEH PERUBAHAN LINGKUNGAN TERTENTU, SEPERTI SUHU RENDAH, LAMA PENCAHAYAAN DAN KETERSEDIAAN AIR
q   BUNGA BERFUNGSI SEBAGAI ALAT PESARIAN ANTARA BUNGA DENGAN BUNGA (ORGANA POLLINASI) DAN SEBAGAI ALAT PERKAWINAN (ORGANA FERTILISASI), PEMBUAHAN TERBENTUK BUAH DAN BIJI.
q  BUNGA BERFUNGSI UNTUK PROPAGASI KETURUNAN ATAU PENYEBARAN KETURUNAN (PROPAGATION) JADI MEMUNGKINKAN TETAP ADANYA TURUNAN
q  SIFAT BUNGA : MENARIK/ATTRAKTIF (WARNA, BENTUK, BAU MAUPUN CAIRAN NEKTARNYA)
 




Batangnya (tangkai dan dasar bunga pertumbuhannya terhenti,
Daun-daunnya sebagian tetap bersifat seperti daun, hanya bentuk dan warnanya berubah, dan sebagian lagi mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian yang berperan dalam peristiwa yang menghasilkan calon individu baru .
Ruas –ruas menjadi pendek, sehingga bagian bunga yang merupakan metamorfosis daunnya tersusun amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya bagian-bagian tadi tampaknya seakan-akan tersusun dalam lingkaran-lingkaran
Bunga berdasarkan letak dan susunan bagian-bagian bunga
  1. Bunga yg bagian-bagiannya tersusun menurut garis spiral (acylis) : bunga cempaka (Michelia champaka L)
  2. Bunga yg bagian-bagiannya tersusun dalam lingkaran-lingkaran (cyclis) : bunga terong (Solanum melongena L.), bakung (Hymenocallis littoralia Salisb)
  3. Bunga yang sebagian bagian-bagiannya duduk dalam lingkaran dan sebagian lain terpencar/ menurut grs spiral (hemicyclis) : bunga sirsak (Annona muricata L)
v  Bunga berdasarkan Jumlah bunga pada suatu tumbuhan :
Ø  Tumbuhan berbunga tunggal /Planta uniflora: tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja dan biasanya terdapat pada ujung batang.contoh : bunga coklat ( Zephyranthus rosea Lindl)






Ø  Tumbuhan berbunga banyak /Planta multiflora: tumbuhan yang menghasilkan lebih dari satu bunga  biasanya bunga-bunga terdapat dalam ketiak-ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau cabang-cabang.




v  Bunga berdasarkan tempatnya pada tumbuhan:
  1. Bunga pada ujung batang (Flos terminalis) : bunga coklat, bunga merak
  2. Bunga diketiak daun (Flos lateralis/Flos axillaris) : kembang sepatu, kembang telang




v  Bunga  yang jumlahnya banyak berdasarkan tempatnya pada tumbuhan :
          Bunga terpencar/terpisah-pisah (Flores sparsi) : kembang sepatu
          Bunga Berkumpul membentuk suatu rangkaian dgn susunan yang beraneka ragam/Anthotaxis/inflorescentia)
BUNGA MAJEMUK / Anthotaxis = Inflorescentia = tangkai (sumbu) yang mendukung bunga-bunga yang telah berkelompok tidak lagi berdaun atau jika ada telah mengalami metamorfosis (tidak berfungsi untuk asimilasi
          Bagian-bagian bunga majemuk
v  A.            Bersifat seperti batang / cabang
Ø  a.             Ibu Tangkai bunga bersama (Pedunculus communis = rhachis)
          1. Merupakan lanjutan batang/cabang
          2, Dapat bercabang-cabang dari cabangnya dapat bercabang-cabang lagi atau tidak bercabang sama sekali
Ø  b. Tangkai bunga / Pedicellus
          Cabang dari ibu tangkai bunga bersama yang mendukung bagian-bagian bunga
          c. Dasar bunga / Receptaculum
          Bagian ujung dari tangkai bunga yang mendukung bagian lain bunga

orsa_006_thpPadi







B. Bersifat seperti daun
a. Daun Pelindung / bractea
fistan jagung4Bagian semacam daun dimana dari ketiaknya muncul tangkai bunga contoh jagung.





b. Daun tangkai bunga / Bracteola
Satu / dua daun kecil terdapat pada tangkai bunga .




          Daun pelindung (atau braktea; / bractea, berukuran kecil disebut bracteola /bractlet)
          suatu modifikasi atau bentuk khusus daun yang tumbuh pada tangkai tempat bunga muncul.
          daun yang selalu berasosiasi dengan suatu karangan bunga majemuk.
          Suku padi-padian (Poaceae), braktea yang mangapit floret diistilahkan dengan glume (sehingga dikenal Poaceae juga sebagai Glumiflorae, “bunga dengan glume”).
          Berwarna hijau gives menyerupai daun biasa, meskipun memiliki struktur yang khas (misalnya berbeda peruratan ).









daun pelindung berwarna mencolok berfungsi menarik perhatian serangga penyerbuk, fungsi yang biasanya dikaitkan dengan mahkota bunga. Contoh kembang kertas (Bougainvillea).
kastuba (“poinsettia”, Euphorbia pulcherrima) euphor4b
spadix3c. Seludang bunga adalah selembar daun pelindung yang menyungkup bunga majemuk dari sekelompok tumbuhan, biasanya dari suku (Arecaceae) , talasan (Araceae). seludang bunga melindungi tongkol bunga (spadix).






          Seludang bunga / spatha
bracbl4Daun pelindung yang besar menyelubungi seluruh bunga majemuk waktu belum berkembang contoh bunga kelapa Cocos nucifera L













Bagian dalam tempurung kelapa, memperlihatkan "daging" buah kelapa
d. Daun Pembalut / Involucrum
Sejumlah daun pelindung yang tersusun dalam lingkaran contoh bunga matahari Helianthus annuus L
250px-Chinese_hibiscus_mse. Kelopak Tambahan / epicalyx
flower2Bagian serupa daun berwarna hijau tersusun dalam lingkaran dibawah kelopak contoh kembang sepatu Hibiscus rosasinensis L.


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/fa/Mature_flower_numbered.svg/250px-Mature_flower_numbered.svg.pngMorfologi bunga*Bunga sempurna,1.Kepala putik (stigma)
2.Tangkai putik (stilus)
3.Tangkai sari                                                                         
Bakal biji (ovulum)
 
Serbuk sari (pollen)
 
                                                               
























F. Kelopak (Calyx)
          Kelopak tersusun atas bagian-bagian yang dinamakan daun kelopak atau sepala. Daun-daun kelopak
          ini memiliki sifat :
          1. Berlekatan (gamosepalus); bagian bawah kelopak berlekatan satu sama lain.
          2. Lepas atau bebas (polysepalus); daun-daun kelopak satu sama lain benar-benar terpisah, tidak berlekatan.
g. Tajuk Bunga atau Mahkota Bunga (Corolla)
          Tajuk bunga tersusun atas daun-daun tajuk atau petala dengan sifat-sifat :
          1. Berlekatan (sympetalus, gamopetalus atau monopetalus).
          2. Lepas atau bebas (choripetalus, dialypetalus atau polypetalus).
          250px-Flower_poster_23. Daun-daun tajuk tidak ada atau kecil sekali. Bunga tanpa tajuk (apetalus) ini dinamakan bunga telanjang (flos nudus).Mis Euporbia .
           


i. Benang Sari (Stamen)
          Benang sari merupakan metamorfosis daun yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai alat kelamin jantan. Benang sari memiliki 3 bagian, yaitu :
          1. Tangkai sari (filamentum)
          2. Kepala sari (anthera); di dalamnya biasanya memiliki 2 ruang sari (theca) dan masing-masing ruang sari memiliki 2 ruangan kecil (loculus) dan di dalam loculus inilah terdapat serbuk sari atau tepung sari (pollen).
          3. Penghubung ruang sari (connectivum); merupakan bagian penghubung tangkai sari dengan kepala sari.
          Berdasarkan jumlahnya pada bunga, benang sari dibedakan atas :
          1. Benang sari banyak; dalam satu bunga terdapat lebih dari 20 benang sari, contohnya anggota suku Myrtaceae.
          2. Jumlah benang sari 2x jumlah daun tajuknya; benang sari biasanya tersusun 2 lingkaran,
         





320px-Stargazer_Lily
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/95/Amaryllis_stamens_aka.jpg/250px-Amaryllis_stamens_aka.jpg

lingkaran luar dan dalam.

Ø  Berdasarkan duduknya terhadap daun tajuk dibagi lagi atas :
Ø  http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/0e/Geranium_sylvaticum2.jpg/120px-Geranium_sylvaticum2.jpg- diplostemon; benang-benang sari pada lingkaran luar duduk berseling dengan daun-daun tajuk, contoh kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.).
Ø  - obdiplostemon; benang-benang sari pada lingkaran dalam duduknya berseling dengan daun-daun tajuknya., contohnya bunga geranium (Pelargonium odoratissimum Hort.).
Ø  3. Benang sari sama banyak dengan daun tajuk atau kurang. Terbagi atas :
Ø  - episepal; benang sari berhadapan dengan daun - daun kelopak.
Ø  - epipetal; benang sari berhadapan dengan daun - daun tajuk.



          J. Putik (Pistillum)
          Putik juga merupakan metamorfosis daun yang berfungsi sebagai alat kelamin betina tumbuhan.
          220px-Stamens-and-pistilPutik tersusun atas daun-daun buah atau carpellum, daun-daun buah sebagai keseluruhan dinamakan gynaecium.
          Daun-daun buah inilah nantinya yang akan menjadi bagian buah yang paling pinggir atau kulit buah.
v  Bagian - bagian putik adalah :
          1. Bakal buah (ovarium); bagian putik yang membesar dan duduk pada dasar bunga.
          2. Tangkai kepala putik (stylus); bagian putik berbentuk benang di atas bakal buah.
          3. Kepala putik (stigma); bagian putik paling atas.
          Sel telur terdapat di dalam bakal biji (ovulum) dan bakal biji terdapat dalam bakal buah.
          Bakal biji akan menjadi biji (semen) dan bakal buah akan menjadi buah (fructus).

          h. Bakal Buah (ovarium)
         



Bagian putik yang membesar, terdapat di tengah-tengah dasar bunga. Yang didalamnya terdapat calon biji atau bakjal biji/ovulum.
          Letak Bakal biji teratur pada tempat-tempat tertentu dalam bakal buah
          Bagian yang mendukung bakal biji disebut plasenta
Ø  Ruang Bakal Buah :
Ø  a dan a1 : beruang satu (unilocularis)
Ø  b dan bi : beruang dua (bilocularis)
Ø  b2 beruang tiga (tricularis)
Ø 


_Pic39

c dan c1 beruang satu dengan plasenta sentral

         



Berdasarkan letaknya terhadap dasar bunga, bakal buah dibedakan atas :
          1. Bakal buah menumpang (superus); yaitu bakal buah duduk di atas dasar bunga sehingga letaknya lebih tinggi, sama tinggi atau mungkin lebih rendah dari tepi dasar bunga tetapi bagian samping bakal buah tidak pernah berlekatan dengan dasar bunga.
          2. Bakal buah setengah tenggelam (hemi inferus); yaitu bakal buah duduk pada dasar bunga yang cekung, tempat duduk bakal buah selalu lebih rendah dari tepi dasar bunga dan sebagian dinding bakal buah berlekatan dengan dasar bunga.
          3. Bakal buah tenggelam (inferus); seluruh bagian samping bakal buah berlekatan dengan dasar bunga.
          Satu bunga mungkin terdapat
i. Tembuni (Placenta)
          Tembuni adalah bagian bakal buah yang menjadi tempat duduknya bakal-bakal biji.
          Berdasarkan letaknya tembuni pada daun buah yang menjadi penyusun bakal buah :
          1. Marginal/marginalis; tembuni terletak pada tepi daun buah.
          2. Laminal/laminalis; tembuni terletak pada helaian daun buahnya.
letak tembuni berdasarkan bakal buah yang hanya terdiri atas satu ruang adalah :
          1. Parietal/parietalis; tembuni terletak pada dinding-dinding bakal buah.
          a.Parietalis marginalis : pada dinding di tepi daun buah
          b. Parietalis laminalis : pada dinding di helaian daun buah
          2. Sentral; tembuni terletak pada poros atau pusat bakal buah.
          3. Aksilar; tembuni terletak di sudut tengah pada bakal buah yang beruang lebih dari dua dan tembuninya terdapat pada sudut-sudut pertemuan daun-daun buah yang melipat ke dalam dan merupakan sekat
Rumus Bunga
          Rumus bunga ditunjukkan oleh 4 bagian pokok yaitu :
          1. Kelopak; dinyatakan dengan huruf K singkatan Kalix.
          2. Tajuk atau mahkota; dinyatakan dengan huruf C singkatan corolla.
          3. Benang sari; dinyatakan dengan huruf A singkatan androecium.
          4. Putik; dinyatakan dengan huruf G singkatan gynaecium.




          Jika kelopak dan mahkota sama bentuk maupun warnanya maka untuk menyatakan bagian tersebut
          kita gunakan huruf P singkatan perigonium. Jika bunga mempunyai 5 daun kelopak, 5 daun
          mahkota, 10 benang sari, dan putik yang tersusun oleh 1 daun buah serta bersifat simetri 1 maka
          rumus bunganya adalah :
          ­ K 5, C 5, A 10, G 1.
          Jika bunga memiliki 6 daun tenda bunga, 6 benang sari dan sebuah putik yang tersusun dari 3 daun
          buah serta bersifat simetri banyak maka rumus bunganya adalah :
          * P 6, A 6, G 3.
          Sumbu bunga/scapus : Ibu tangkai bunga yang tidak bercabang dan tidak berdaun
          Ibu tangkai bercabang : cara percabangan yang bermacam-macam, jumlah cabang & panjangnya dibandingkan dg ibu tangkai serta susunan cabang-cabang berpengaruh thd mekarnya bunga
Macam-macam bunga majemuk
          A. Bunga majemuk tak terbatas / Inflorescentia racemosa / Inflorescentia botryoides : bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dg cabang-cabang yg dpt bercabang atau tidak & mempunyai susunan acropetal(semakin muda semakin dekat dg ujung ibu tangkai). Bunga mekar berturut-turut dari bawah ke atas.
          1. Tandan / Racemus = botrys
          Bunga bertangkai dan duduk pada tangkai bersama Misal Kembang merak Caesalpinia pulcherrim sawrtz, mangga
                                Caesalpinia pulcherrim sawrt



                                                Compound dichasium
                                                                Bunga berbibir/labiatae
2. Bulir / Spica
          Seperti tandan tetapi bunga tidak bertangkai misal Jarong Stachytarpheta jamaicensis vahl
_Pic158




3.Untai / Amentum/bunga lada
          _Pic165Seperti bulir tetapi tangkai bersama hanya mendukung bunga unisexualis (bunga jantan akan terus luruh dan bunga betina menjadi buah misal sirih Piper bettle L.






4. Tongkol / spadix/bunga betinanya
          Seperti bulir tetapi memiliki tangkai bersama besar, tebal dan sering berdaging misal jagung Zea mays L.
fistan jagung1_Pic160



5. Bunga payung/umbella
          Tangkai bersama mengeluarkan cabang-cabang yang sama panjangnya dari ujungnya misal daun kaki kuda Centella asiatica urb., wortel (Daucus carota)
Tanaman Sayur Wortel







6. Bunga cawan / corymbus = anthodium
          Ujung tangkai bersama melebar dan merata → bentuk seperti cawan
          Bunga-bunganya tersusun pada bagian yang rata.
          Pada pangkal karangan bunga biasanya terdapat daun-daun pembalut / involucrum
          _Pic169_Pic167Bunga-bunganya sering terdiri dari bunga pita yang steril di bagian pinggirnya (flos marginalis) dan bunga tabung yang fertil di bagian tengah berupa cawan (flos disci) misal bunga matahari Helianthus annuus L




          Bunga pita/bunga pinggir/Flos marginalis : bunga mandul yg terdapat sepanjang tepi cawan, seringkali mempunyai mahkota yg berbentuk pita (Flos ligulatus)
          Bunga tabung : bunga-bunga yg terdapat di atas cawannya sendiri (Flos disci), ukurannya kecil dan berbentuk tabung disebut bunga tabung yang mempunyai alat kelamin (benang sari & putik) dan dpt menghasilkan buah
7. Bunga bongkol / capitulum
          Menyerupai bunga cawan, tanpa involucrum
          Ujung tangkai bersama membengkak
          Keseluruhan karangan bunga berbentuk bola
          Pada pangkal tiap bunga sering bersisik /palea
          Terdapat pada familia mimosaceae : lantoro Leucaena glauca benth, petai Parkia speciosa hassk, sikeju Mimosa pudica L
_Pic163




                          8. Bunga periuk / hypanthodium
          Tangkai bersama menebal, berdaging menyerupai bantalan
          Bangunanya meliputi seluruh bagian yang menebal → berbentuk bulat/silindris
          Tidak memiliki daun pembalut misal keluwih (Artocarpus communis forst), nangka Artocarpus integra merr.
Young fruit of Jackfruit
b. Tangkai bersama bercabang-cabang → cabangnya dapat bercabang lagi → bunga tidak terdapat pada tangkai bersama
          1. Malai (punicula) : Tangkai bersama bercabang monopodial, demikian pula cabangnya →  berupa tandan majemuk misal mangga Mangifera indica L_Pic247
2. Malai rata / Corymbus ramosus
          Sama seperti malai → semua bunga seakan-akan terletak pada satu bidang datar atau agak melengkung misal soka (Ixora grandiflora zoll. Et mor.)
_Pic254 
          3. Bunga Payung majemuk (Umbella composita) :
          suatu bunga payung yang bersusun dan bagiannya berupa suatu payung kecil (umbellula)
          Pangkal percabang yang pertama terdapat daun-daun pembalut (involucrum)
          Pangkal cabang berikutnya hanya daun-daunnya lebih kecil /involucellum
          Contoh : Adas (Foeniculum vulgare Mill), wortel
_Pic258  _Pic258
_Pic258
4. Bunga tongkol majemuk :
    Bunga tongkol yang ibu tangkainya bercabang-cabang dan masing-masing-masing cabang merupakan bagian dengan susunan seperti tongkol  dan biasanya sebelum mekar biasanya diselubungi oleh seludang  yang besar, tebal dan kuat . Contoh kelapa (Cocos nucifera L), palma / palmae :
 
5. Bulir majemuk  : ibu tangkai bunga bercabang-cabang dan amsing-masing cabang mendukung bunga-bunga dengan susunan seperti bulir, misalnya bunga jagung (Zea mays L.) yang jantan, dan bunga berbagai jenis rumput /gramineae
_Pic259
_Pic276_Pic273
Gambar 78.
a, anak payung menggarpu (dichasium)
.anak payung menggarpu majemuk (skematis)
.anak payung menggarpu majemuk (proyeksi pads bidang dater)
.bunga bercabang seling (skematis)
.bunga bercabang seling (cincinnus)
.cyathium
.cyathium pads penampang membujur
.cyathium, membujur (skemais)
.bunga sekrup
.bunga sabit
k + 1. bunga kipas.
B. Bunga Majemuk terbatas / Inflorescentia cymosa /  Inflorescentia centrifuga, Inflorescentia definita)
          Ujung tangkai utama selalu terdapat sebuah kuncup bunga, yg menyebabkan tangkai utama tidak dapat tumbuh turus ke atas
          Bunga pd ujung tangkai utama akan mekar lbh dahulu drpd bunga-bunga lainnya. Mekar bunga terjadi berturut-turut dr ujung tangkai utama ke bawah dan makin menjauhi tangkai utama shg dpt dikatakan dr atas ke bawah/dr dalam/pusat ke luar
          Tangkai utama biasanya lbh pendek drpd anak tangkai , karena tumbuhnya lamban dan cepat berhenti
1. Anak payung menggarpu (dichasium)
          Ujung ibu tangkai terdapat satu bunga
          Dua cabang dibawahnya mempunyai panjang yang sama dan masing-masing mendukung satu bunga pada ujungnya.
          Bunga yang terdapat pada ujung ibu tangkai mekar terlebih dahulu yaitu melati (Jasminum sambac Ait)
_Pic269
2. Bunga tangga atau bunga bercabang seling (cincinnus)
          suatu bunga majemuk yang ibu tangkainnya bercabang dan selanjutnya, cabang-cabangnya bercabang lagi tetapi setiap kali bercabang hanya terbentuk satu cabang saja, yang arahnya berganti-ganti ke kiri dan kanan. Yaitu buntut tikus (Heliotropium indicum L.)
 
3. Bunga Sekerup ( bostryx)
        Ibu tangkai bercabang-cabang tetapi setiap kali bercabang juga hanya terbentuk satu cabang, yang semuanya terbentuk ke kiri dan ke kanan dan cabang yang satu berturut-turut  membentuk sudut sebesar 90 o sehingga  seperti gerakan sekerup /spiral : bunga kenari (Canarium commune L.)
btt kakao1
4. Bunga Sabit (drepanium)
          Bunga sekerup tetapi semua percabangan terletak pada satu bidang, hingga bunga seluruhnya menampakkan bentuk seperti sabit, terdapat pada tumbuhan Juncaceae
  
          5.Bunga Kipas (Rhipidium)
          Bunga bercabang seling, semua percabangan  terletak pada satu bidang dan cabang tidak sama panjang, sehingga semua bunga pada bunga majemuk itu terdapat pada tempat yang sama tinggi, : suku Iridaceae
 
C. Bunga majemuk campuran (Inflorescentia mixta)
          Bunga majemuk yang merupakan campuran antara sifat-sifat bunga majemuk terbatas dengan tidak berbatas
          Ibu tangkai mengadakan percabangan seperti : bunga johar
          Bunga Soka (Ixora paludosa Kurz) seluruhnya merupakan suatu malai rata tetapi bagian-bagiannya berupa anak payung menggarpu
          Bunga kenari (Canarium commune L) mempunyai susunan seperti malai tetapi ujngnya berupa sekerup
 
_Pic214









               
D. Lain-lain tipe bunga majemuk
          1. Karangan/gubahan semu (verticillaster)
          Bunga ini tampaknya seperti tangkainya berbuku-buku
          Pada buku terdapat sejumlah bunga yang tersusun berkarang ( melingkari buku-buku tadi)  tetapi sesungguhnya pada tempat di ibu tangkai yang sama tinggi ada beberapa cabang yang masing-masing cabang itu merupakan suatu anak payung : bunga remujung / kumis kucing(Orthosiphon stamineus Benth). Tumbuhan suku Labiatae
 


 






3. Tukal (glomerulus)
          Bunga majemuk yang biasanya bersifat berbatas (cymosus) terdiri dari kelompokkan bunga-bunga kecil tidak bertangkai, yang tersusun rapat pada cabang-cabang bunga majemuknya, mis  rami Boehmeria nivea gaud)





4. Berkas (Fasciculus)
          Bunga majemuk yang umunya bersifat berbatas (cymosus) dengan ibu tangkai yang pendek
          Bunga lebih besar daripada bunga pada tukal, mempunyai tangkai yang tidak sama panjang seringkali berwarna menarik : jadam (Rhoeo discolor Hance)
v  Berdasarkan bagian-bagian yang terdapat pada bunga, dapat dibedakan menjadi:
Ø   Bunga lengkap atau bunga sempurna yang dapat terdiri atas 1 lingkaran daun kelopak, 1 lingkaran daun mahkota, 1 lingkaran benang sari dan satu lingkaran benang sari dan 1 lingkaran daun buah.
Ø   Bunga tidak lengkap atau bunga tidak sempurnaya itu jika salah satu alat kelaminnya tidak ada.
180px-Crateva_religiosa
Tumbuhan Crateva religiosa berbunga sempurna: memiliki stamen dan pistillum.
v  Bunga sempurna / bunga banci atau hermafrodit yaitu bunga yang memiliki alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara bersama-sama dalam satu organ.
v  Bunga lengkap (completes) memiliki semua bagian utama bunga.
          Empat bagian utama bunga (dari luar ke dalam)  sebagai berikut:
          Kelopak bunga atau calyx;
          Mahkota bunga atau corolla : biasanya tipis dan dapat berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
          Alat kelamin jantan / androecium (dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
          Alat kelamin betina/ gynoecium (dari bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.
          Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio.
          Pada ujung putik terdapat kepala putik/ stigma untuk menerima serbuk sari /pollen.
          Tangkai putik atau stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah.
          Kelamin Bunga
          Berdasarkan alat kelaminnya bunga terbagi atas :
1. Bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus); yaitu benang sari maupun putik terdapat. Pada bunga
2. Bunga berkelamin tunggal (unisexualis), jika pada bunga hanya terdapat salah satu dari kedua alat kelamin terssbut.
3. Bunga mandul atau tidak berkelamin.
          Tumbuhan berdasarkan kelamin bunganya dibedakan atas :
1. Berumah satu (monoceus); tumbuhan yang mempunyai bunga jantan dan bunga betina pada Satu individu.
2. Berumah dua (dioceus); bunga jantan dan bunga betina terpisah tempatnya artinya ada individu yang hanya memiliki bunga jantan saja atau bunga betina saja, contohnya salak (Zalacca
edulis Reinw.).
3. Poligami (polygamus); jka pada satu tumbuhan terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga banci bersama-sama, misalnya pepaya (Carica papaya L.).
 
I1. Struktur bunga
Bunga yang lengkap (completes) mempunyai empat bagian sebagai berikut :
ii. Kelopak (calyx)
1). Tajuk atau mahkota (corolla)
v. Benang sari (stamen)
d. Putik (pistillum).
Kelopak dan tajuk disebut perhiasan bunga (perianthium), warna dan bentuk bangunnya beragam yang amat indah dan dapat menarik perhatian berbagai jenis serangga.
          struktur bunga di atas sebagai struktur tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang sangat bervariasi.
          Modifikasi ini digunakan botanis untuk membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain.
          Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya:
1. tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau kelipatan 4 atau 5)
2. Tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.
          Bunga hampir selalu berbentuk simetris, yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson.
v  Ada dua bentuk bunga berdasar simetri:
  1. aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial)
  2. zigomorf (simetri cermin).
          Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.



_Pic13


_Pic92
 



















_Pic298
 






               


_Pic325
_Pic443_Pic445
_Pic460_Pic440_Pic441
_Pic464 
_Pic475
 










 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar