ALAT PERKEMBANGBIAKAN (Organum reproductivum)
Memperbanyak diri / berkembang biak
Bagian tumbuhan memisahkan diri / oleh manusia dengan sengaja dipisahkan
dari tumbuhan yang lama yang kemudian dapat tumbuh menjadi individu baru.
•
Alat
Perkembangbiakan dapat dibedakan menjadi 2
golongan :
- Alat perkembangbiakan Vegetatif atau a- seksual yaitu bagian tubuh tumbuhan yang dapat menjadi individu baru, sedang terjadinya bagian tadi tidak didahului oleh perkawinan (peleburan sel kelamin jantan dan betina)
- Alat perkembangbiakan Generatif atau seksual yaitu alat perkembangbiakan yang terjadinya didahului oleh peristiwa perkawinan
q Alat perkembangbiakan vegetatif : 2
- Alat perkembangbiakan vegetatif alami yang terjadi menurut sifat pembawaan tumbuhan itu sendiri Contoh,
Ø Umbi batang :kentang (Solanum tuberosum), Ubi
jalar (Ipomoea batatas Polr)
Ø Umbi Lapis : Bawang merah (Allium cepa)
Ø Rimpang : Tasbih (Canna edulis Kerr)
Ø Geragih : Arbe (Fragraria vesca)
- Anakan : Pisang (Musa sapientum L).
- Alat Perkembangbiakan vegetatif buatan yang hanya terjadi karena pembuatan sengaja oleh manusia Contoh :
- Setek / Turus :
Ø Stek batang : Ubi kayu (Manihot utilissima Pohl),
ubi jalar
Ø Stek akar : Sukun (Artocarpus communis Forst),
cemara ( Casuarina equisetiolia L)
Ø Stek Daun : Cocor bebek (Kalanchoe pinnata
Pers), Teh (Camellia sinensis)
2. Cangkokan
q ALAT-ALAT GENERATIF


ALAT-ALAT UNTUK PERKEMBANGAN BIAKAN, YANG BERFUNGSI
UNTUK MEMELIHARA DAN MENGATUR AKAN TERJADINYA KETURUNAN DARI TUMBUHAN MELIPUTI
ALAT PEMBIAKAN (ORGANA REPRODUCTIVA) YAITU BUNGA (FLOS), BUAH (FRUCTUS) DAN
BIJI (SEMEN)
BUNGA (FLOS)


Geranium sylvaticum Hydrangea macrophylla

Mammilaria gigantea Papaver nudicaule


Alamanda/Bunga Loceng Kuning Clivia miniata


Bunga Kertas/Begonia Epilobium Angustifolium
q
BUNGA
ADALAH PERUBAHAN BENTUK DARI SALAH SATU ATAU KOMBINASI DARI BAGIAN POKOK
TUMBUHAN DISEBABKAN OLEH SEJUMLAH ENZIM YANG DIRANGSANG OLEH SEJUMLAH
FITOHORMON.
q
PEMBENTUKAN BUNGA DENGAN KETAT DIKENDALIKAN SECARA GENETIK DAN BANYAK
JENIS DIINDUKSI OLEH PERUBAHAN LINGKUNGAN TERTENTU, SEPERTI SUHU RENDAH, LAMA PENCAHAYAAN
DAN KETERSEDIAAN AIR
q
BUNGA BERFUNGSI SEBAGAI ALAT
PESARIAN ANTARA BUNGA DENGAN BUNGA (ORGANA POLLINASI) DAN SEBAGAI ALAT
PERKAWINAN (ORGANA FERTILISASI), PEMBUAHAN TERBENTUK BUAH DAN BIJI.
q
BUNGA BERFUNGSI UNTUK PROPAGASI KETURUNAN ATAU PENYEBARAN KETURUNAN
(PROPAGATION) JADI MEMUNGKINKAN TETAP ADANYA TURUNAN
q
SIFAT BUNGA : MENARIK/ATTRAKTIF (WARNA, BENTUK, BAU MAUPUN CAIRAN
NEKTARNYA)
Batangnya
(tangkai dan dasar bunga pertumbuhannya terhenti,
Daun-daunnya
sebagian tetap bersifat seperti daun, hanya bentuk dan warnanya berubah, dan
sebagian lagi mengalami metamorfosis menjadi bagian-bagian yang berperan dalam
peristiwa yang menghasilkan calon individu baru .
Ruas –ruas
menjadi pendek, sehingga bagian bunga yang merupakan metamorfosis daunnya
tersusun amat rapat satu sama lain, bahkan biasanya bagian-bagian tadi
tampaknya seakan-akan tersusun dalam lingkaran-lingkaran
Bunga
berdasarkan letak dan susunan bagian-bagian bunga
- Bunga yg bagian-bagiannya tersusun menurut garis spiral (acylis) : bunga cempaka (Michelia champaka L)
- Bunga yg bagian-bagiannya tersusun dalam lingkaran-lingkaran (cyclis) : bunga terong (Solanum melongena L.), bakung (Hymenocallis littoralia Salisb)
- Bunga yang sebagian bagian-bagiannya duduk dalam lingkaran dan sebagian lain terpencar/ menurut grs spiral (hemicyclis) : bunga sirsak (Annona muricata L)
v Bunga berdasarkan Jumlah bunga pada suatu
tumbuhan :
Ø
Tumbuhan berbunga tunggal /Planta uniflora:
tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja dan biasanya terdapat pada
ujung batang.contoh : bunga coklat ( Zephyranthus rosea Lindl)
Tumbuhan berbunga tunggal /Planta uniflora:
tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja dan biasanya terdapat pada
ujung batang.contoh : bunga coklat ( Zephyranthus rosea Lindl)
Ø
Tumbuhan
berbunga banyak /Planta multiflora: tumbuhan yang menghasilkan lebih
dari satu bunga biasanya bunga-bunga
terdapat dalam ketiak-ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau
cabang-cabang.
Tumbuhan
berbunga banyak /Planta multiflora: tumbuhan yang menghasilkan lebih
dari satu bunga biasanya bunga-bunga
terdapat dalam ketiak-ketiak daun dan sebagian pada ujung batang atau
cabang-cabang.
v Bunga berdasarkan tempatnya pada tumbuhan:
- Bunga pada ujung batang (Flos terminalis) : bunga coklat, bunga merak

Bunga diketiak daun (Flos lateralis/Flos axillaris) :
kembang sepatu, kembang telang
v Bunga yang
jumlahnya banyak berdasarkan tempatnya pada tumbuhan :
•
Bunga terpencar/terpisah-pisah (Flores
sparsi) : kembang sepatu
•
Bunga Berkumpul membentuk suatu rangkaian
dgn susunan yang beraneka ragam/Anthotaxis/inflorescentia)
BUNGA MAJEMUK / Anthotaxis =
Inflorescentia = tangkai (sumbu) yang mendukung bunga-bunga yang telah
berkelompok tidak lagi berdaun atau jika ada telah mengalami metamorfosis
(tidak berfungsi untuk asimilasi
•
Bagian-bagian bunga majemuk
v A. Bersifat
seperti batang / cabang
Ø a. Ibu
Tangkai bunga bersama (Pedunculus communis = rhachis)
•
1. Merupakan lanjutan batang/cabang
•
2, Dapat bercabang-cabang dari cabangnya
dapat bercabang-cabang lagi atau tidak bercabang sama sekali
Ø b. Tangkai bunga / Pedicellus
•
Cabang dari ibu tangkai bunga bersama yang
mendukung bagian-bagian bunga
•
c. Dasar
bunga / Receptaculum
•
Bagian ujung dari tangkai bunga yang
mendukung bagian lain bunga



B. Bersifat seperti daun
a. Daun Pelindung / bractea
Bagian semacam daun dimana dari ketiaknya muncul
tangkai bunga contoh jagung.
b. Daun tangkai bunga / Bracteola
Satu / dua daun kecil terdapat pada tangkai bunga .

•
Daun
pelindung (atau braktea; / bractea,
berukuran kecil disebut bracteola /bractlet)
•
Suku
padi-padian (Poaceae), braktea yang mangapit floret diistilahkan dengan glume (sehingga dikenal Poaceae juga sebagai Glumiflorae, “bunga
dengan glume”).
•
Berwarna hijau gives menyerupai daun biasa,
meskipun memiliki struktur yang khas (misalnya berbeda peruratan ).
daun pelindung berwarna mencolok berfungsi menarik
perhatian serangga penyerbuk, fungsi yang biasanya dikaitkan dengan mahkota bunga. Contoh kembang kertas (Bougainvillea).
kastuba (“poinsettia”, Euphorbia pulcherrima) 

c. Seludang bunga adalah selembar daun pelindung yang menyungkup bunga majemuk dari
sekelompok tumbuhan, biasanya dari suku (Arecaceae) , talasan (Araceae). seludang bunga melindungi tongkol bunga (spadix).
•
Seludang
bunga / spatha
Daun pelindung yang besar menyelubungi seluruh bunga
majemuk waktu belum berkembang contoh bunga kelapa Cocos nucifera L


Bagian dalam tempurung kelapa, memperlihatkan
"daging" buah kelapa
d. Daun Pembalut / Involucrum
Sejumlah daun pelindung yang tersusun dalam lingkaran contoh bunga
matahari Helianthus annuus L
e. Kelopak Tambahan / epicalyx
Bagian serupa daun berwarna hijau tersusun dalam
lingkaran dibawah kelopak contoh kembang sepatu Hibiscus rosasinensis L.
Morfologi bunga*Bunga sempurna,1.Kepala putik (stigma)
2.Tangkai putik (stilus)
3.Tangkai sari
|
|
|
|

F. Kelopak (Calyx)
•
Kelopak tersusun atas bagian-bagian yang
dinamakan daun kelopak atau sepala. Daun-daun kelopak
•
ini memiliki sifat :
•
1. Berlekatan (gamosepalus); bagian
bawah kelopak berlekatan satu sama lain.
•
2. Lepas atau bebas (polysepalus); daun-daun kelopak satu sama lain
benar-benar terpisah, tidak berlekatan.
g. Tajuk Bunga atau Mahkota Bunga (Corolla)
•
Tajuk bunga tersusun atas daun-daun tajuk atau
petala dengan sifat-sifat :
•
1. Berlekatan (sympetalus, gamopetalus
atau monopetalus).
•
2. Lepas atau bebas (choripetalus,
dialypetalus atau polypetalus).
•
3. Daun-daun tajuk tidak ada atau kecil
sekali. Bunga tanpa tajuk (apetalus) ini dinamakan bunga telanjang (flos nudus).Mis Euporbia .
3. Daun-daun tajuk tidak ada atau kecil
sekali. Bunga tanpa tajuk (apetalus) ini dinamakan bunga telanjang (flos nudus).Mis Euporbia .
•
i. Benang Sari (Stamen) ♂
•
Benang sari merupakan metamorfosis daun
yang bentuk dan fungsinya telah disesuaikan sebagai alat kelamin jantan. Benang sari memiliki 3 bagian, yaitu :
•
1. Tangkai sari (filamentum)
•
2. Kepala sari (anthera); di dalamnya
biasanya memiliki 2 ruang sari (theca) dan masing-masing ruang sari
memiliki 2 ruangan kecil (loculus) dan di dalam loculus inilah terdapat
serbuk sari atau tepung sari (pollen).
•
3. Penghubung ruang sari (connectivum);
merupakan bagian penghubung tangkai sari dengan kepala sari.
•
Berdasarkan jumlahnya pada bunga, benang
sari dibedakan atas :
•
1. Benang sari banyak; dalam satu bunga terdapat lebih dari 20 benang sari,
contohnya anggota suku Myrtaceae.
•
2. Jumlah benang sari 2x jumlah daun
tajuknya; benang sari biasanya tersusun 2 lingkaran,
•
![]() |
![]() |
lingkaran luar dan dalam.
Ø Berdasarkan duduknya terhadap daun tajuk dibagi lagi
atas :
Ø
- diplostemon;
benang-benang sari pada lingkaran luar duduk berseling dengan daun-daun tajuk,
contoh kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.).
- diplostemon;
benang-benang sari pada lingkaran luar duduk berseling dengan daun-daun tajuk,
contoh kembang merak (Caesalpinia pulcherrima Swartz.).
Ø - obdiplostemon; benang-benang sari pada lingkaran
dalam duduknya berseling dengan daun-daun tajuknya., contohnya bunga
geranium (Pelargonium odoratissimum Hort.).
Ø 3. Benang sari sama banyak dengan daun tajuk atau
kurang. Terbagi atas :
Ø - episepal; benang sari berhadapan dengan daun -
daun kelopak.
Ø - epipetal; benang sari berhadapan dengan daun -
daun tajuk.


•
J. Putik (Pistillum)
♀
•
Putik juga merupakan metamorfosis daun yang berfungsi sebagai alat kelamin
betina tumbuhan.
•
Putik tersusun atas daun-daun buah atau carpellum,
daun-daun buah sebagai keseluruhan dinamakan gynaecium.
Putik tersusun atas daun-daun buah atau carpellum,
daun-daun buah sebagai keseluruhan dinamakan gynaecium.
•
Daun-daun
buah inilah nantinya yang akan menjadi bagian buah yang paling pinggir atau kulit buah.
v Bagian - bagian putik adalah :
•
1. Bakal buah (ovarium); bagian putik
yang membesar dan duduk pada dasar bunga.
•
2. Tangkai kepala putik (stylus); bagian
putik berbentuk benang di atas bakal buah.
•
3. Kepala putik (stigma); bagian putik
paling atas.
•
Sel telur terdapat di dalam bakal biji (ovulum)
dan bakal biji terdapat dalam bakal buah.
•
Bakal biji akan menjadi biji (semen) dan bakal buah akan
menjadi buah (fructus).
•
h. Bakal
Buah (ovarium)
•
![]() |
Bagian putik yang membesar, terdapat di tengah-tengah dasar bunga. Yang didalamnya terdapat calon biji atau bakjal biji/ovulum.
•
Letak Bakal biji teratur pada tempat-tempat
tertentu dalam bakal buah
•
Bagian yang mendukung bakal biji disebut
plasenta
Ø Ruang Bakal Buah :
Ø a dan a1 : beruang satu (unilocularis)
Ø b dan bi : beruang dua (bilocularis)
Ø b2 beruang tiga (tricularis)
Ø
![]() |
c dan c1 beruang satu dengan plasenta sentral
•
![]() |
Berdasarkan letaknya terhadap dasar bunga, bakal buah dibedakan atas :
•
1. Bakal buah
menumpang (superus); yaitu bakal buah duduk di atas dasar bunga sehingga letaknya
lebih tinggi, sama tinggi atau mungkin lebih rendah dari tepi dasar bunga
tetapi bagian samping bakal buah tidak pernah berlekatan
dengan dasar bunga.
•
2. Bakal buah
setengah tenggelam (hemi inferus); yaitu bakal buah duduk pada dasar bunga yang
cekung, tempat duduk bakal buah selalu lebih rendah dari tepi dasar bunga dan
sebagian dinding bakal buah berlekatan dengan dasar
bunga.
•
3. Bakal buah tenggelam (inferus); seluruh bagian
samping bakal buah berlekatan dengan dasar bunga.
3. Bakal buah tenggelam (inferus); seluruh bagian
samping bakal buah berlekatan dengan dasar bunga.
•
Satu bunga mungkin terdapat
i. Tembuni (Placenta)
•
Tembuni adalah bagian bakal buah yang
menjadi tempat duduknya bakal-bakal biji.
•
Berdasarkan letaknya tembuni pada daun buah
yang menjadi penyusun bakal buah :
•
1. Marginal/marginalis; tembuni terletak
pada tepi daun buah.
•
2. Laminal/laminalis; tembuni terletak
pada helaian daun buahnya.
letak tembuni berdasarkan bakal buah yang
hanya terdiri atas satu ruang adalah :
•
1. Parietal/parietalis; tembuni terletak
pada dinding-dinding bakal buah.
•
a.Parietalis
marginalis : pada dinding di tepi daun buah
•
b.
Parietalis laminalis : pada dinding di helaian daun buah
•
2. Sentral; tembuni terletak pada poros
atau pusat bakal buah.
•
3. Aksilar; tembuni terletak di sudut
tengah pada bakal buah yang beruang lebih dari dua dan tembuninya terdapat pada sudut-sudut pertemuan
daun-daun buah yang melipat ke dalam dan merupakan sekat
Rumus Bunga
•
Rumus bunga ditunjukkan oleh 4 bagian pokok
yaitu :
•
1. Kelopak; dinyatakan dengan huruf K
singkatan Kalix.
•
2. Tajuk atau mahkota; dinyatakan dengan
huruf C singkatan corolla.
•
3. Benang sari; dinyatakan dengan huruf A
singkatan androecium.
•
4. Putik; dinyatakan dengan huruf G
singkatan gynaecium.
•
Jika kelopak dan mahkota sama bentuk maupun
warnanya maka untuk menyatakan bagian tersebut
•
kita gunakan huruf P singkatan perigonium. Jika bunga mempunyai 5 daun
kelopak, 5 daun
•
mahkota, 10 benang sari, dan putik yang tersusun oleh 1 daun buah serta
bersifat simetri 1 maka
•
rumus bunganya adalah :
•
K 5, C 5, A 10, G 1.
•
Jika bunga memiliki 6 daun tenda bunga, 6
benang sari dan sebuah putik yang tersusun dari 3 daun
•
buah serta bersifat simetri banyak maka
rumus bunganya adalah :
•
* P 6, A 6, G 3.
•
Sumbu bunga/scapus : Ibu tangkai bunga yang
tidak bercabang dan tidak berdaun
•
Ibu tangkai bercabang : cara percabangan
yang bermacam-macam, jumlah cabang & panjangnya dibandingkan dg ibu tangkai
serta susunan cabang-cabang berpengaruh thd mekarnya bunga
Macam-macam bunga majemuk
•
A. Bunga
majemuk tak terbatas / Inflorescentia
racemosa / Inflorescentia botryoides : bunga majemuk yang ibu tangkainya
dapat tumbuh terus, dg cabang-cabang yg dpt bercabang atau tidak &
mempunyai susunan acropetal(semakin muda semakin dekat dg ujung ibu tangkai). Bunga mekar berturut-turut dari bawah ke atas.
•
1. Tandan /
Racemus = botrys
•
Bunga bertangkai dan duduk pada tangkai
bersama Misal Kembang merak Caesalpinia pulcherrim sawrtz, mangga


Caesalpinia pulcherrim sawrt

Compound dichasium
Bunga
berbibir/labiatae
2. Bulir / Spica
•
Seperti tandan tetapi bunga tidak
bertangkai misal Jarong Stachytarpheta jamaicensis vahl


3.Untai / Amentum/bunga lada
•

Seperti bulir tetapi tangkai bersama hanya mendukung
bunga unisexualis (bunga jantan akan terus luruh dan bunga betina menjadi buah
misal sirih Piper bettle L.

Seperti bulir tetapi tangkai bersama hanya mendukung
bunga unisexualis (bunga jantan akan terus luruh dan bunga betina menjadi buah
misal sirih Piper bettle L.
4. Tongkol
/ spadix/bunga betinanya
•
Seperti bulir tetapi memiliki tangkai
bersama besar, tebal dan sering berdaging misal jagung Zea mays L.



5. Bunga payung/umbella
•
Tangkai bersama mengeluarkan cabang-cabang yang sama panjangnya dari
ujungnya misal daun kaki kuda Centella asiatica urb., wortel (Daucus carota)
Tangkai bersama mengeluarkan cabang-cabang yang sama panjangnya dari
ujungnya misal daun kaki kuda Centella asiatica urb., wortel (Daucus carota)

6. Bunga cawan / corymbus = anthodium
•
Ujung tangkai bersama melebar dan merata → bentuk seperti cawan
•
Bunga-bunganya tersusun pada bagian yang rata.
•
Pada pangkal karangan bunga biasanya terdapat daun-daun pembalut /
involucrum
•


Bunga-bunganya sering terdiri dari bunga pita yang
steril di bagian pinggirnya (flos marginalis) dan bunga tabung yang fertil
di bagian tengah berupa cawan (flos disci) misal bunga matahari Helianthus
annuus L


Bunga-bunganya sering terdiri dari bunga pita yang
steril di bagian pinggirnya (flos marginalis) dan bunga tabung yang fertil
di bagian tengah berupa cawan (flos disci) misal bunga matahari Helianthus
annuus L
•
Bunga pita/bunga pinggir/Flos marginalis :
bunga mandul yg terdapat sepanjang tepi cawan, seringkali mempunyai mahkota yg
berbentuk pita (Flos ligulatus)
•
Bunga tabung :
bunga-bunga yg terdapat di atas cawannya sendiri (Flos disci), ukurannya kecil
dan berbentuk tabung disebut bunga tabung yang mempunyai alat kelamin (benang
sari & putik) dan dpt menghasilkan buah
7. Bunga bongkol / capitulum
•
Menyerupai bunga cawan, tanpa involucrum
•
Ujung tangkai bersama membengkak
•
Keseluruhan karangan bunga berbentuk bola
•
Pada pangkal tiap bunga sering bersisik
/palea
•
Terdapat pada familia mimosaceae : lantoro Leucaena glauca benth,
petai Parkia speciosa hassk, sikeju Mimosa pudica L
Terdapat pada familia mimosaceae : lantoro Leucaena glauca benth,
petai Parkia speciosa hassk, sikeju Mimosa pudica L
•
8. Bunga periuk / hypanthodium
•
Tangkai bersama menebal, berdaging
menyerupai bantalan
•
Bangunanya meliputi seluruh bagian yang
menebal → berbentuk bulat/silindris
•
Tidak memiliki daun pembalut misal keluwih
(Artocarpus communis forst), nangka Artocarpus integra merr.



b. Tangkai bersama bercabang-cabang → cabangnya dapat bercabang lagi → bunga
tidak terdapat pada tangkai bersama
•
1. Malai (punicula) : Tangkai bersama bercabang monopodial, demikian
pula cabangnya → berupa tandan majemuk
misal mangga Mangifera indica L
1. Malai (punicula) : Tangkai bersama bercabang monopodial, demikian
pula cabangnya → berupa tandan majemuk
misal mangga Mangifera indica L
2. Malai rata / Corymbus ramosus
•
Sama seperti malai → semua bunga
seakan-akan terletak pada satu bidang datar atau agak melengkung misal soka (Ixora
grandiflora zoll. Et mor.)

•
3. Bunga
Payung majemuk (Umbella composita) :
•
suatu bunga payung yang bersusun dan
bagiannya berupa suatu payung kecil (umbellula)
•
Pangkal percabang yang pertama terdapat
daun-daun pembalut (involucrum)
•
Pangkal cabang berikutnya hanya
daun-daunnya lebih kecil /involucellum
•
Contoh : Adas (Foeniculum vulgare
Mill), wortel





4. Bunga tongkol majemuk :
Bunga tongkol yang ibu tangkainya
bercabang-cabang dan masing-masing-masing cabang merupakan bagian dengan
susunan seperti tongkol dan biasanya
sebelum mekar biasanya diselubungi oleh seludang yang besar, tebal dan kuat . Contoh kelapa (Cocos nucifera L), palma /
palmae :
5. Bulir majemuk
: ibu
tangkai bunga bercabang-cabang dan amsing-masing cabang mendukung bunga-bunga
dengan susunan seperti bulir, misalnya bunga jagung (Zea mays L.) yang
jantan, dan bunga berbagai jenis rumput /gramineae




Gambar 78.
a, anak payung menggarpu (dichasium)
.anak payung menggarpu majemuk (skematis)
.anak payung menggarpu majemuk (proyeksi pads bidang
dater)
.bunga bercabang seling (skematis)
.bunga bercabang seling (cincinnus)
.cyathium
.cyathium pads penampang membujur
.cyathium, membujur (skemais)
.bunga sekrup
.bunga sabit
k + 1. bunga kipas.
B. Bunga Majemuk terbatas / Inflorescentia cymosa /
Inflorescentia centrifuga, Inflorescentia definita)
•
Ujung tangkai utama selalu terdapat sebuah kuncup bunga, yg menyebabkan
tangkai utama tidak dapat tumbuh turus ke atas
•
Bunga
pd ujung tangkai utama akan mekar lbh dahulu drpd bunga-bunga lainnya. Mekar
bunga terjadi berturut-turut dr ujung tangkai utama ke bawah dan makin menjauhi
tangkai utama shg dpt dikatakan dr atas ke bawah/dr dalam/pusat ke luar
•
Tangkai utama biasanya lbh pendek drpd anak tangkai , karena tumbuhnya
lamban dan cepat berhenti
1. Anak payung menggarpu (dichasium)
•
Ujung ibu tangkai terdapat satu bunga
•
Dua cabang dibawahnya mempunyai panjang yang sama dan masing-masing
mendukung satu bunga pada ujungnya.
•
Bunga yang terdapat pada ujung ibu tangkai mekar terlebih dahulu yaitu
melati (Jasminum sambac Ait)

2. Bunga tangga atau bunga bercabang seling
(cincinnus)
•
suatu
bunga majemuk yang ibu tangkainnya bercabang dan selanjutnya, cabang-cabangnya
bercabang lagi tetapi setiap kali bercabang hanya terbentuk satu cabang saja,
yang arahnya berganti-ganti ke kiri dan kanan. Yaitu buntut tikus (Heliotropium indicum L.)

3. Bunga Sekerup ( bostryx)
•
Ibu
tangkai bercabang-cabang tetapi setiap kali bercabang juga hanya terbentuk satu
cabang, yang semuanya terbentuk ke kiri dan ke kanan dan cabang yang satu
berturut-turut membentuk sudut sebesar
90 o sehingga seperti gerakan sekerup
/spiral : bunga kenari (Canarium commune L.)







4. Bunga Sabit (drepanium)
•
Bunga sekerup tetapi semua percabangan
terletak pada satu bidang, hingga bunga seluruhnya menampakkan bentuk seperti
sabit, terdapat pada tumbuhan Juncaceae
•
5.Bunga
Kipas (Rhipidium)
•
Bunga bercabang seling, semua percabangan terletak pada satu bidang dan cabang tidak
sama panjang, sehingga semua bunga pada bunga majemuk itu terdapat pada tempat
yang sama tinggi, : suku Iridaceae
Bunga bercabang seling, semua percabangan terletak pada satu bidang dan cabang tidak
sama panjang, sehingga semua bunga pada bunga majemuk itu terdapat pada tempat
yang sama tinggi, : suku Iridaceae
C. Bunga majemuk campuran (Inflorescentia
mixta)
•
Bunga majemuk yang merupakan campuran
antara sifat-sifat bunga majemuk terbatas dengan tidak berbatas
•
Ibu tangkai mengadakan percabangan seperti
: bunga johar
•
Bunga Soka (Ixora
paludosa Kurz) seluruhnya merupakan suatu malai rata tetapi
bagian-bagiannya berupa anak payung menggarpu
•
Bunga kenari (Canarium commune L)
mempunyai susunan seperti malai tetapi ujngnya berupa sekerup


D. Lain-lain tipe bunga majemuk
•
1. Karangan/gubahan
semu (verticillaster)
•
Bunga ini tampaknya seperti tangkainya
berbuku-buku
•
Pada buku
terdapat sejumlah bunga yang tersusun berkarang ( melingkari buku-buku
tadi) tetapi sesungguhnya pada tempat di
ibu tangkai yang sama tinggi ada beberapa cabang yang masing-masing cabang itu
merupakan suatu anak payung : bunga remujung / kumis kucing(Orthosiphon
stamineus Benth). Tumbuhan suku Labiatae

![]() |
3. Tukal (glomerulus)
•
Bunga majemuk
yang biasanya bersifat berbatas (cymosus) terdiri dari kelompokkan bunga-bunga
kecil tidak bertangkai, yang tersusun rapat pada cabang-cabang bunga
majemuknya, mis rami Boehmeria nivea gaud)
Bunga majemuk
yang biasanya bersifat berbatas (cymosus) terdiri dari kelompokkan bunga-bunga
kecil tidak bertangkai, yang tersusun rapat pada cabang-cabang bunga
majemuknya, mis rami Boehmeria nivea gaud)
4. Berkas (Fasciculus)
•
Bunga majemuk yang umunya bersifat berbatas
(cymosus) dengan ibu tangkai yang pendek
•
Bunga lebih besar daripada bunga pada
tukal, mempunyai tangkai yang tidak sama panjang seringkali berwarna menarik :
jadam (Rhoeo discolor Hance)

v Berdasarkan bagian-bagian yang terdapat pada bunga,
dapat dibedakan menjadi:
Ø Bunga lengkap
atau bunga sempurna yang dapat terdiri atas 1 lingkaran daun kelopak, 1
lingkaran daun mahkota, 1 lingkaran benang sari dan satu lingkaran benang sari
dan 1 lingkaran daun buah.
Ø Bunga tidak lengkap atau
bunga tidak sempurnaya itu jika salah satu alat kelaminnya tidak ada.

Tumbuhan Crateva religiosa berbunga sempurna: memiliki stamen dan pistillum.
v Bunga sempurna / bunga banci atau hermafrodit yaitu bunga yang memiliki
alat jantan (benang sari) dan alat betina (putik) secara
bersama-sama dalam satu organ.
v Bunga lengkap (completes) memiliki semua bagian utama bunga.
•
Mahkota bunga atau corolla : biasanya tipis dan dapat
berwarna-warni untuk memikat serangga yang membantu proses penyerbukan;
•
Alat kelamin jantan / androecium
(dari bahasa Yunani andros oikia: rumah pria) berupa benang sari;
•
Alat kelamin betina/ gynoecium (dari
bahasa Yunani gynaikos oikia: "rumah wanita") berupa putik.
•
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak ovula) yang membawa
gamet betina) di dalam kantung embrio.
•
Kelamin
Bunga
•
Berdasarkan alat kelaminnya bunga terbagi atas :
1. Bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus);
yaitu benang sari maupun putik terdapat. Pada bunga
2. Bunga berkelamin tunggal (unisexualis), jika
pada bunga hanya terdapat salah satu dari kedua alat kelamin terssbut.
3. Bunga mandul atau tidak berkelamin.
•
Tumbuhan
berdasarkan kelamin bunganya dibedakan atas :
1. Berumah satu (monoceus); tumbuhan yang mempunyai
bunga jantan dan bunga betina pada Satu individu.
2. Berumah dua (dioceus); bunga jantan dan bunga
betina terpisah tempatnya artinya ada individu yang hanya memiliki bunga
jantan saja atau bunga betina saja, contohnya salak (Zalacca
edulis Reinw.).
3. Poligami (polygamus); jka pada satu tumbuhan
terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga banci bersama-sama, misalnya
pepaya (Carica papaya L.).

I1. Struktur bunga
Bunga yang lengkap (completes) mempunyai empat
bagian sebagai berikut :
ii. Kelopak (calyx)
1). Tajuk atau mahkota (corolla)
v. Benang sari (stamen)
d. Putik (pistillum).
Kelopak dan tajuk disebut perhiasan bunga (perianthium),
warna dan bentuk bangunnya beragam yang amat indah dan dapat menarik
perhatian berbagai jenis serangga.
•
struktur bunga di atas sebagai struktur
tumbuhan yang "umum", spesies tumbuhan menunjukkan modifikasi yang
sangat bervariasi.
•
Modifikasi ini digunakan botanis untuk
membuat hubungan antara tumbuhan yang satu dengan yang lain.
•
Sebagai contoh, dua subkelas dari tanaman
berbunga dibedakan dari jumlah organ bunganya:
1. tumbuhan dikotil umumnya mempunyai 4 atau 5 organ (atau
kelipatan 4 atau 5)
2. Tumbuhan monokotil memiliki tiga organ atau kelipatannya.
•
Bunga hampir selalu berbentuk simetris,
yang sering dapat digunakan sebagai penciri suatu takson.
v Ada dua bentuk bunga berdasar simetri:
- aktinomorf ("berbentuk bintang", simetri radial)
- zigomorf (simetri cermin).
•
Bentuk aktinomorf lebih banyak dijumpai.
![]() |
|
![]() |
![]() |






























Tidak ada komentar:
Posting Komentar