Sabtu, 21 Maret 2020

Organ Pada Tumbuhan (Mata Kuliah Dasar Ilmu Tanaman) Agribisnis Pertanian


ORGAN PADA TUMBUHAN
alat (organ) pada tumbuhan adalah Bagian-bagian dari tumbuhan yang tersusun dari jaringan-jaringan tertentu dan mempunyai fungsi-fungsi yang khusus organologi→ ilmu yang mempelajari alat-alat (organ) tumbuhan. Tumbuhan dibagi menjadi 2 yakni:
-       tumbuhan tingkat rendah : alat/organnya berupa thallus yang belum mengadakan diferensiasi dan belum ada pembagian pekerjaan contohnya : alga hijau, paku ddl. 
-       tumbuhan tingkat tinggi : organ-organnya telah terpisah dan telah ada pembagian tugas/pekerjaan, yang dibedakan menjadi alat vegetatif dan generatif 
alat-alat vegetatif
1. alat-alat untuk pertumbuhan dan perkembangan yang telah mengalami terdiferensiasi
•   cormat : alat pada tumbuhan tingkat tinggi yang telah menunjukkan diferensiasi dalam tiga bagian pokok : akar (radix), batang (caulis) dan daun (folium)
•   cormophyta : tumbuhan yang mempunyai ketiga alat tersebut
•   thalleus : tumbuhan yang berthallus contoh : schizophyta, thallophyta dan bryophyta
•   alat-alat utama / organa principalia:bagian-bagian pokok dari alat-alat tumbuhan (akar,batang dan daun)

ANATOMI AKAR
Organologi mengkaji bagaimana struktur dan fungsi suatu organ. 
Berikut adalah jaringan-jaringan dasar yang menyusun tiga organ pokok tumbuhan.
1. AKAR
 Akar tersusun dari jaringan-jaringan berikut : 
•          epidermis 
•          parenkim 
•          endodermis 
•          kayu 
•          pembuluh (pembuluh kayu dan pembuluh tapis) dan 
•          kambium pada tumbuhan dikotil. 
•          Permukaan akar seringkali terlindung oleh lapisan gabus tipis. 
•          Bagian ujung akar memiliki jaringan tambahan yaitu tudung akar. 
•          Ujung akar juga diselimuti oleh lapisan mirip lendir yang disebut misel (mycel) yang berperan penting dalam pertukaran hara serta interaksi dengan organisme (mikroba) .
•          Asal akar adalah dari akar lembaga (radix),
•          pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang, 
•          pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.
•          Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.
Meristem apikal tunas, Primordia daun Protoderma , Prokambium , Meristem dasar , Tunas aksiler 0,1 MM , Protoderma, Prokambium, Meristem dasar ,Meristem apikal akar 

2. Anatomi Akar 
Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam.
a. Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar. 
b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim. 
 c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat.  Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat.  Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat.  Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap. 

c.Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.

BATANG
Susunan batang tidak banyak berbeda dengan akar. Batang tersusun dari jaringan berikut:
•          epidermis 
•          parenkim 
•          endodermis 
•          kayu 
•          jaringan pembuluh, dan 
•          kambium pada tumbuhan dikotil. 
Struktur ini tidak banyak berubah, baik di batang utama, cabang, maupun ranting. Permukaan batang berkayu atau tumbuhan berupa pohon seringkali dilindungi oleh lapisan gabus (suber) dan/atau kutikula yang berminyak (hidrofobik). Jaringan kayu pada batang dikotil atau monokotil tertentu dapat mengalami proses lignifikasi yang sangat lanjut sehingga terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.
1. Batang Dikotil 
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam : 
a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel yang berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya.  Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus. 
b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim. 
c. Endodermis
Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Angiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae. 
d. Stele/ Silinder Pusat 
Merupakan lapisan terdalam dari batang.  Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem.  Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar. Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, Jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler.  Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun. Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, Jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. 
keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang. Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.
Empulur adalah bagian berwarna putih di tengah. Bagian berwarna hijau di luarnya adalah jaringan kayu yang masih muda 

2. Batang Monokotil 
Epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas.  Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup  artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, tidak terjadi pertumbuhan penebalan sekunder.
Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp). Kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan, mempunyai sifat-sifat berikut :
•          Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf 
•          Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun. 
•          Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop) 
•          Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas. 
•          Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil. 
•          Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda. 

DAUN
Daun lengkap terdiri dari pelepah daun, tangkai daun serta helai daun.  Helai daun sendiri memiliki urat daun yang tidak lain adalah kelanjutan dari jaringan penyusun batang yang berfungsi menyalurkan hara atau produk fotosintesis. 
Helai daun sendiri tersusun dari jaringan-jaringan dasar berikut:                                      
•          epidermis 
•          jaringan tiang 
•          jaringan bunga karang dan 
•          jaringan pembuluh. 
•          Permukaan epidermis seringkali terlapisi oleh kutikula atau rambut halus (pilus) untuk melindungi daun dari serangga pemangsa, spora jamur, ataupun tetesan air hujan.

•          Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, Jaringan ini terbagi menjadi epidermis atas dan epidermis bawah, berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya. untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. 
Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan. 

•          Jaringan mesofil 
Jaringan Tiang, jaringan ini mengandung banyak kloroplas yang berfungsi dalam proses pembuatan makanan  Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast. 

•          Jaringan pagar / PALISADE sel-selnya rapat 
Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.

•          Jaringan bunga karang/SPONS sel-selnya agak renggang, lebih berongga sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel.  dibandingkan dengan jaringan palisade, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

•          Jaringan Pembuluh 
Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun  Berkas pembuluh angkut  Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium.
1.  Pada akar, Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral menuju daun. 
2.  Pada batang, xilem berfungsi sebagai sponsor penegak tumbuhan 
3.  Floem berfungsi mentransfor hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan 

•          Stoma
Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi.  Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis.  Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2.  Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.

Pigmen
Pigmen adalah zat yang terdapat di permukaan suatu benda sehingga bila disinari dengan cahaya putih sempurna akan memberikan sensasi warna tertentu yang mampu ditangkap mata. Proses secara fisik sangatlah berbeda dengan fluorescent, phosphorescence dan bentuk lain dari luminescence, yang mana materi tersebut dapat mengeluarkan cahaya dengan sendirinya.

SELAMAT MEMBACA DAN SEMANGAT UNTUK KULIAHNYA
SEMOGA BERMANFAAT

Organisasi Kehidupan dan Sel (Mata Kuliah Dasar Ilmu Tanaman) Semester 1 Agribisnis Pertanian

Ringkasan materi Organisasi kehidupan dan sel

Sel adalah satu unit dasar dari suatu kehidupan
•          setiap organ merupakan gregasi/penyatuan dari berbagai macam sel yang dipersatukan satu sama lain oleh sokongan struktur-struktur interselluler.
•          Kata "sel" itu sendiri dikemukakan oleh Robert Hooke yang berarti "kotak-kotak kosong", setelah ia mengamati sayatan gabus dengan mikroskop.
•          sel terdiri dari kesatuan zat yang dinamakan Protoplasma.
•          Istilah protoplasma pertama kali dipakai oleh Johannes Purkinje;
•          menurut Johannes Purkinje protoplasma dibagi menjadi dua bagian yaitu Sitoplasma dan Nukleoplasma
•          Robert Brown mengemukakan bahwa Nukleus (inti sel) adalah bagian yang memegang peranan penting dalam sel,
•          Rudolf Virchow mengemukakan sel itu berasal dari sel (Omnis Cellula E Cellula).
SIFAT-SIFAT SEL
•          Setiap jenis sel dikhususkan untuk melakukan suatu fungsi tertentu. Misalnya sel darah merah yang jumlahnya 25 triliun berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan.
•          75 triliun sel lain yang menyusun tubuh manusia, sehingga jumlah sel pada manusia sekitar 100 triliun sel.
•          seluruh sel umumnya mempunyai sifar-sifat dasar yang mirip satu sama lain walaupun setiap Sel berbeda satu sama lainnya, misalnya : oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau  protein pada setiap sel untuk melepaskan energi
•          mekanisme sel umumnya merubah makanan menjadi energi  dan melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan   disekitarnya
•          hampir semua sel mempunyai  kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi
Sel-sel yang menyusun tubuh  manusia mempunyai struktur dasar yang
terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus).
Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat.
a.      Air
•          Medium cairan utama dari sel adalah air, yang terdapat dalam konsentrasi 70-85%.
•          Banyak bahan-bahan kimia sel larut dalam air, sedang yang lain terdapat dalam bentuk suspensi atau membranous 
•          Sel-sel yang menyusun tubuh  manusia mempunyai struktur dasar yang terdiri dari membran sel, protoplasma dan inti sel (nukleus).
•          Ketiganya mempunyai komposisi kimia yang terdiri dari air, elektrolit, protein, lemak dan karbohidrat.
b.Elektrolit
•          Elektrolit terpenting dari sel adalah Kalium, Magnesium, Fosfat,  Bikarbonat, Natrium, Klorida dan Kalsium.
•          Elekrolit menyediakan bahan inorganis untuk reaksi selluler dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel
c.Protein
Memegang peranan penting pada hampir semua proses fisiologis dan dapat diringkaskan sebagai berikut :
•          Proses enzimatik
•          Proses transport dan penyimpanan
•          Proses pergerakan
•          Fungsi mekanik
•          Proses imunologis
•          Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf
•          Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi
d. Lemak
•          Asam lemak yang merupakan komponen membran sel adalah rantai hidrokarbon  yang panjang, 
•          Asam lemak yang tersimpan dalam sel adalah triasilgliserol, merupakan molekul yang sangat hidrofobik. Karena molekul triasilgliserol ini tidak larut dalam air/larutan garam maka akan membentuk lipid droplet dalam sel lemak (sel adiposa) yang merupakan sumber energi.
•          Molekul lemak yang menyusun membran sel mempunyai gugus hidroksil ( fosfolipid dan kolesterol) sehingga dapat berikatan dengan air, sedangkan gugus yang lainnya hidrofobik (tidak terikat air) sehingga disebut amfifatik.
e. Karbohidrat
•          Suatu karbohidrat tersusun atas atom C,H, dan O. Karbohidrat yang mempunyai 5 atom C disebut pentosa, 6 atom C disebut hexosa adalah karbohidrat-karbohidrat yang penting untuk fungsi sel.
•          Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida.
•          Polisakarida berperan sebagai sumber energi cadangan dan sebagai komponen yang menyusun permukaan luar membran sel.
•          Karbohidrat yang berikatan dengan protein (glikoprotein) dan yang berikatan dengan lemak (glikolipid) merupakan struktur penting dari membran sel.
•          glikolipid dan glikoprotein juga  menyusun struktur antigen golongan darah yang dapat menimbulkan reaksi imunologis.
INTI SEL (NUCLEUS)
•          Inti sel merupakan pusat pengatur berbagai aktifitas sel.
•          Nukleus mengandung DNA dalam jumlah besar yang disebut gen.
•          Gen yang terdapat pada kromosom berfungsi untuk sintesa RNA yang mengatur karakteristik dari protein yang diperlukan untuk berbagai aktifitas enzimatik, serta mengatur reproduksi sel.
•          Inti sel terdiri atas nukleolus, nukleoplasma dan membran inti sel.
•          Membran dari inti sel terdiri 2 lapis, dimana lapisan luar berhubungan dengan membran retikulum endoplasma.
•          membran inti sel mempunyai porus yang berdiameter cukup besar sehingga dapat dilalui oleh molekul protein yang disintesa dalam inti sel.
Sitoplasma dan organel
•          Sel merupakan suatu kantong yang berisi cairan, enzim dan bahan kimia, serta mengandung struktur-struktur fisis yang tersusun dengan sangat sempurna, (disebut organel) dan sangat penting bagi fungsi sel. 
•          Misalnya tanpa adanya mitokhondria, maka  lebih dari 95 % energi yang disuplai oleh sel akan segera menghilang.
Sitoplasma mengandung berbagai bahan, yaitu globulus lemak netral, granula-granula glikogen, ribosome, granula sekretoris, dan lima macam organel terpenting (retikulum endoplasma, aparatus Golgi, mitokhondria, lisosom dan peroksisom).
•          DNA yang terdapat pada kromosom merupakan struktur double stranded (double helix) yang terdiri dari :
•          1) gugus posfat
•          2) gugus pentose (gula) yaitu deoksiribosa dan
•          3) basa nitrogen yaitu purine : adenine dan guanine; pirimidine : sitosine dan thymine.
•          Gugus posfat dan pentose membentuk struktur fisik DNA, sedangkan 4 basa yang berbeda ini membawa informasi genetik.
•          Pada DNA, adenin selalu berikatan dengan thymine dan guanin selalu terikat dengan sitosine.
•          DNA berlokasi pada inti sel sedang hampir semua aktifitas sel terjadi pada sitoplasma, maka dibentuklah RNA yang dapat berdifusi menuju sitoplasma untuk mengatur sintesa protein yang spesifik.
•          pembentukan RNA diatur oleh DNA melalui proses transkripsi.
Ø  3 jenis RNA yang dibentuk oleh DNA, dimana tiap jenis RNA mempunyai fungsi yang berbeda, yaitu : 
•          Messenger RNA (mRNA), berfungsi membawa kode genetik ke sitoplasma untuk mengatur sintesa protein.
•          Transfer RNA (tRNA) untuk transport asam amino menuju ribosom untuk digunakan menyusun molekul protein
•          Ribosomal RNA (rRNA) untuk membentuk ribosom bersama dengan 75 protein lainnya.
•          Bila molekul mRNA kontak dengan ribosom, maka akan dibentuklah molekul protein disepanjang ribosom.
•          Proses pembentukan protein ini disebut translasi. Jadi pada ribosom terjadi proses kimia penyusunan asam amino untuk membentuk protein.
•          ANATOMI DAN FISIOLOGI SEL
•          Secara anatomis sel dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: 
1. Selaput Plasma (Membran Plasma atau Plasmalemma).
2. Sitoplasma dan Organel Sel.
3. Inti Sel (Nukleus). 
1. Selaput Plasma (Plasmalemma)
Yaitu selaput atau membran sel yang terletak paling luar yang tersusun dari senyawa kimia Lipoprotein (gabungan dari senyawa lemak atau Lipid dan senyawa Protein).
•          Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan yang jika ditinjau dari luar ke dalam urutannya adalah:
Protein - Lipid - Protein Þ Trilaminer Layer
•          Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut dalam air)
•          protein bersifat Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena itu selaput plasma bersifat Selektif Permeabel atau Semi Permeabel (teori dari Overton).
•          Selektif permeabel berarti hanya dapat memasukkan /di lewati molekul tertentu saja.
•          Fungsi dari selaput plasma ini adalah menyelenggarakan Transportasi zat dari sel yang satu ke sel yang lain.
•          Dinding Sel (Cell Wall yaitu satu struktur lagi yang letaknya di luar selaput plasma Khusus pada sel tumbuhan.
•          Selulosa yaitu penyusun Dinding sel terdiri dari dua lapis senyawa,
•          Lamel Tengah (Middle Lamel) yaitu bagian/rongga di antara kedua lapisan selulosa yang dapat terisi oleh zat-zat penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin, Suberine dan lain-lain 
Noktah celah pada dinding sel tumbuhan .
•          Pada Noktah/Pit sering terdapat penjuluran Sitoplasma yang disebut Plasmodesma yang fungsinya hampir sama dengan fungsi saraf pada hewan.
•          2. Sitoplasma dan Organel Sel
•          Sitoplasma yaitu Bagian yang cair dalam sel
•          Nukleoplasma)khusus untuk cairan yang berada dalam inti sel
•          Organel Sel yaitu bagian yang padat dan memiliki fungsi tertentu.
•          Penyusun utama dari sitoplasma adalah air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-zat kimia serta sebagai media terjadinya reaksi kimia sel. 
Organel sel adalah benda-benda solid yang terdapat di dalam sitoplasma dan bersifat hidup(menjalankan fungsi-fungsi kehidupan).
•          Organel Sel tersebut antara lain : 
a. Retikulum Endoplasma (RE.)
Yaitu struktur berbentuk benang-benang yang bermuara di inti sel.
Dikenal dua jenis RE yaitu :
• RE. Granuler (Rough E.R)
• RE. Agranuler (Smooth E.R) 
Fungsi R.E. adalah : sebagai alat transportasi zat-zat di dalam sel itu sendiri. Struktur R.E. hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
b. Ribosom (Ergastoplasma)
•          Struktur ini berbentuk bulat terdiri dari dua partikel besar dan kecil, ada yang melekat sepanjang R.E. dan ada pula yang soliter.
•          Ribosom merupakan organel sel terkecil yang tersuspensi di dalam sel.
•          Fungsi dari ribosom adalah : tempat sintesis protein.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.
c.       Miitokondria (The Power House)
Struktur berbentuk seperti cerutu ini mempunyai dua lapis membran.
Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan dinamakan Krista
Fungsi mitokondria adalah sebagai pusat respirasi seluler yang menghasilkan banyak ATP (energi) ; karena itu mitokondria diberi julukan "The Power House". d. Lisosom
Fungsi dari organel ini adalah sebagai penghasil dan penyimpan enzim pencernaan seluler. Salah satu enzi nnya itu bernama Lisozym.
d.      Badan Golgi (Apparatus Golgi = Diktiosom) Organel ini dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa
e.       Sentrosom (Sentriol)
Struktur berbentuk bintang yang berfungsi dalam pembelahan sel (Mitosis maupun Meiosis). Sentrosom bertindak sebagai benda kutub dalam mitosis dan meiosis.
Struktur ini hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron.
F.  Plastida
Dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa
Organel ini banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal.
- Dikenal tiga jenis plastida yaitu :
1. Lekoplas 
(plastida berwarna putih berfungsi sebagai penyimpan makanan),
terdiri dari: • Amiloplas (untak menyimpan amilum) dan, • Elaioplas (Lipidoplas) (untukmenyimpan lemak/minyak). • Proteoplas (untuk menyimpan protein). 2. Kloroplas 
yaitu plastida berwarna hijau. Plastida ini berfungsi menghasilkan 
klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis.
•          3. Kromoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya : • Karotin (kuning)
• Fikodanin (biru)
• Fikosantin (kuning) • Fikoeritrin (merah)
•           
g. Vakuola (RonggaSel) Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas.
Vakuola berisi :
• garam-garam organik
• glikosida
• tanin (zat penyamak)
• minyak eteris (misalnya Jasmine pada melati, Roseine pada mawar Zingiberine pada jahe)
• alkaloid (misalnya Kafein, Kinin, Nikotin, Likopersin dan lain-lain)
• enzim  dan butir-butir pati
•          Pada boberapa spesies dikenal adanya vakuola kontraktil dan vaknola non kontraktil.
hMikrotubulus
Berbentuk benang silindris, kaku, berfungsi untuk mempertahankan bentuk sel dan sebagai "rangka sel".
Contoh organel ini antara lain benang-benang gelembung pembelahan Selain itu mikrotubulus berguna dalam pembentakan Sentriol, Flagela dan Silia.
i. Mikrofilamen
Seperti Mikrotubulus, tetapi lebih lembut. Terbentuk dari komponen utamanya yaitu protein aktin dan miosin (seperti pada otot). Mikrofilamen berperan dalam pergerakan sel. 
j. Peroksisom (Badan Mikro)
Ukurannya sama seperti Lisosom. Organel ini senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan banyak mengandung enzim oksidase dan katalase (banyak disimpan dalam sel-sel hati).
3. Inti Sel (Nukleus) 
Inti sel terdiri dari bagian-bagian yaitu :
• Selapue Inti (Karioteka)
• Nukleoplasma (Kariolimfa)
• Kromatin / Kromosom 
• Nukleolus(anak inti).
Berdasarkan ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2 penggolongan sel yaitu :
• Sel Prokariotik (sel yang tidak memiliki selaput inti), misalnya dijumpai
pada bakteri, ganggang biru.
• Sel Eukariotik (sel yang memiliki selaput inti).
•          Fungsi dari inti sel adalah : mengatur semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di dalam inti sel terdapat kromosom yang berisi ADN yang mengatur sintesis protein.

Konsep, Ciri dan Tahapan Agropolitan

Konsep Agropolitan

Konsep Agropolitan
a. Pengertian Agropolitan
     Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, agropolitan adalah kawasan khusus di suatu wilayah yang memiliki fungsi dan kegiatan utama berupa pertanian, pengolahan menjadi barang jadi, jual beli bahan baku ataupun barang jadi. Agropolitan  ditujukan untuk mengembangkan pedesaan.
     Dalam Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, kawasan agropolitan didefinisikan sebagai kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada; wilayah pedesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengolahan sumber daya alam tertentu yang ditunjukkan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hierarki keruangan satu sistem permukiman dan sistem argobisnis.
Departemen pertanian menyebutkan bahwa kawasan agropolitan memiliki persyaratan berikut.
a)Sumber daya lahan dengan agroklimat yang sesuai untuk mengembangkan komoditi pertanian yang dapat dipasarkan atau telah mempunyai pasar serta berpotensi atau telah berkembang diversifikasi usaha dari komoditi unggulannya.
b) Berbagai sarana dan prasarana pertanian yang memadai untuk mendukung pengembangan sistem dan usaha agribisnis.
c)Sarana dan prasarana umum yang memadai, seperti transportasi, jaringan listrik, telekomunikasi, air bersih, dan lain-lain.
d) Sarana dan prasarana kesejahteraan sosial atau masyarakat yang memadai, dan kelestarian lingkungan hidup, baik kelestarian sumber daya alam, kelestarian sosial budaya maupun keharmonisan hubungan kota dan desa terjamin.
Ciri-ciri Kawasan Agropolitan
Ciri-ciri kawasan agropolitan yang berkembang, adalah sebagai berikut.
1). Sebagian besar kegiatan masyarakat di kawasan tersebut didominasi oleh kegiatan pertanian dan/atau agribisnis dalam satu kesisteman yang utuh dan terintegrasi mulai dari:
a). subsistem hulu (iip stream agribusiness), meliputi mesin, peralatan pertanian pupuk, dan lain-lain;
b). subsistem usaha tani atau pertanian primer (on farm agribusiness), meliputi usaha tanaman pangan, holtikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, dan kehutanan;
c). subsistem agribisnis hilir (down stream agribusiness) meliputi industri-industri pengolahan dan pemasarannya, termasuk perdagangan untuk kegiatan ekspor;
d). subsistem jasa-jasa penunjang (kegiatan yang menyediakan jasa bagi agribisnis), meliputi perkreditan, asuransi, transportasi, penelitian, dan pengembangan, pendidikan, penyuluhan, infrastruktur, dan kebijakan pemerintah.
2. Adanya keberkaitan antara kota dengan desa (urban rural linkage) yang bersifat timbal-balik dan saling membutuhkan, yaitu kawasan pertanian di perdesaan mengembangkan usaha budi daya (on farm) dan produk olahan skala rumah tangga (off farm). Sebaliknya, kota menyediakan fasilitas untuk berkembangnya usaha budi daya dan agribisnis seperti penyediaan sarana pertanian.
. Kegiatan sebagian besar masyarakat di kawasan tersebut didominasi oleh kegiatan pertanian atau agribisnis, termasuk usaha industri (pengolahan) pertanian, perdagangan hasil- hasil pertanian (termasuk perdagangan untuk kegiatan ekspor), perdagangan agribisnis hulu (sarana pertanian dan permodalan), agrowisata, dan jasa pelayanan.
4.Kehidupan masyarakat di kawasan agropolitan sama dengan suasana kehidupan di perkotaan, karena prasarana dan infrastruktur yang ada di kawasan agropolitan tidak jauh berbeda dengan kota.
c. Tahapan Pengembangan Kawasan Agropolitan
    Pengembangan kawasan agropolitan ditangani oleh beberapa instansi secara terkoordinasi. Beberapa tahap yang diperlukan dalam proses pengembangan kawasan agropolitan adalah sebagai berikut.
a). Kemandirian melalui penguatan kapasitas kelembagaan lokal perdesaan dan kemitraan.
    Tahapan ini melibatkan instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah. Instansi di pusat dialokasikan dan pembiayaannya oleh Departemen Pertanian dan Departemen Pekerjaan Umum. Adapun di tingkat daerah, pemerintah wilayah dan pemerintah kabupaten terlibat langsung dalam penyelenggaraan kegiatan agropolitan. Penetapan kawasan agropolitan berdasarkan pada kriteria penentuan lokasi kawasan agropolitan. Penentuan lokasi tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten setempat sesuai dengan pedoman umum yang ada.
Setelah penentuan lokasi, tahap selanjutnya penyusunan rencana tata ruang kawasan agropolitan yang berisikan indikasi program utama bagian penting pembangunan. Setelah itu, pembentukan organisasi pengelola sesuai dengan kebutuhan dan penguatan sumber daya manusia serta kelembagaan. Penguatan kelembagaan lokal dan sistem kemitraan menjadi persyaratan utama yang harus ditempuh dalam pengembangan kawasan agropolitan.
    Untuk mendukung penyusunan rencana tata ruang kawasan agropolitan, tahapan selanjutnya pembangunan sarana dan prasarana pendukung pengolahan dan pemasaran produk, yang dalam pelaksanaannya melibatkan masyarakat.
Dalam pengembangan kawasan agropolitan diperlukan kemandirian dari masyarakatnya, yaitu kemampuan masyarakat untuk membiayai dirinya sendiri. Dalam hal ini kemampuan masyarakat untuk berinvestasi (menabung) dalam rangka- meningkatkan akumulasi kapital yang diharapkan berguna bagi peningkatan investasi dan pembangunan. Agar masyarakat mampu melakukan investasi (menabung), diperlukan kemitraan antara petani di desa dengan pelaku usaha modal dan pemerintah.
b). Peranan pemerintah dalam pengembangan kawasan
agropolitan.
     Kawasan agropolitan bisa berada dalam satu wilayah kecamatan, beberapa kecamatan dalam satu wilayah kabupaten, beberapa kecamatan dalam lintas wilayah beberapa kabupaten, atau beberapa kabupaten dalam provinsi atau lintas provinsi. Pada i tahap awal, pengembangan kawasan agropolitan, pemerintah harus memfasilitasi terbentuknya satu unit kawasan pengembangan kawasan agropolitan. Pemerintah memberikan proteksi, menyelanggarakan pembangunan, melaksanakan fungsi fasilitas, regulasi, dan distribusi. Peranan pemerintah dalam pembangunan adalah memberikan modal permulaan untuk! mereplikasi pertumbuhan kota-kota kecil yang mempunyai lokasi strategis, selebihnya membangun sistem insentif melalui pajak dan transfer dalam mendorong pihak swasta untuk ikut serta dalam  pembinaan kawasan agropolitan.
c. Strategi Pengembangan Desa Agropolitan 
Salah satu ide pendekatan pengembangan pedesaan adalah mewujudkan kemandirian pembangunan pedesaan yang didasarkan pada potensi wilayah desa, sehingga keberkaitanl dengan perekonomian kota bisa diminimalkan. Friedman dani Douglas menyarankan pendekatan kawasan agropolitan sebagai salah satu aktivitas dalam pembangunan yang terkonsentrasil di wilayah pedesaan dengan jumlah penduduk antara 50.000 sampai 150.000 orang. 
Ada tiga isu utama dalam pengembangan agropolitan yang perlu mendapat perhatian, yaitu (1) akses terhadap lahan pertanian  dan air; (2) devolusi politik dan wewenang administratif dari! tingkat pusat ke tingkat lokal; serta (3) perubahan paradigma dan kebijakan pembangunan nasional untuk lebih mendukungi diversifikasi produk pertanian. Selain itu, yang perlu diperhatikan! dalam proses pengembangan agropolitan adalah: 
    a). pengertian sektor pertanian, yang meliputi beragam komoditas, yaitu pertanian tanaman pangan perkebunan, peternakan, perikanan, atau kehutanan; b). persyaratan agroklimat dan jenis lahan, sehingga dapat dibedakan dengan pertanian dataran tinggi, pertanian dataran menengah, pertanian dataran rendah, serta pesisir dan lautan;
     c). kondisi sumber daya manusia, kelembagaan, dan kependudukan yang juga menjadi pertimbangan;
     d). aspek posisi geografis kawasan agropolitan
     e). ketersediaan infrastruktur.
    Dari berbagai alternatif model pembangunan, secara singkat agropolitan merupakan model pembangunan yang mengandalkan desentralisasi, mengandalkan pembangunan infrastruktur setara dengan kota di wilayah perdesaan.

.
(Jangan sia-siakan waktu kuliah kalian ya manteman :) )
terimakasih untuk dosen mata kuliah yang senantiasa membimbingku...
see you manteman ... Selamat Membaca

Jumat, 27 Desember 2019

Dasar ilmu Tanaman Part 2 ORGAN


ORGAN

 Ã˜  ALAT (ORGAN) PADA TUMBUHAN ADALAH

BAGIAN-BAGIAN DARI TUMBUHAN YANG TERSUSUN DARI JARINGAN-JARINGAN TERTENTU DAN MEMPUNYAI FUNGSI-FUNGSI YANG KHUSUS

Ø  ORGANOLOGI→ILMU YANG MEMPELAJARI ALAT-ALAT (ORGAN) TUMBUHAN

Ø  TUMBUHAN TINGKAT RENDAH : ALAT/ORGANNYA BERUPA THALLUS YANG BELUM MENGADAKAN DIFERENSIASI DAN BELUM ADA PEMBAGIAN PEKERJAAN CONTOHNYA : Alga hijau, Paku DDL.

Ø  TUMBUHAN TINGKAT TINGGI : ORGAN-ORGANNYA TELAH TERPISAH DAN TELAH ADA PEMBAGIAN TUGAS/PEKERJAAN, YANG DIBEDAKAN MENJADI ALAT VEGETATIF DAN GENERATIF

q  ALAT-ALAT VEGETATIF

          ALAT-ALAT UNTUK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN YANG TELAH MENGALAMI TERDIFERENSIASI

          CORMAT : ALAT PADA TUMBUHAN TINGKAT TINGGI YANG TELAH MENUNJUKKAN DIFERENSIASI DALAM TIGA BAGIAN POKOK : AKAR (RADIX), BATANG (CAULIS) DAN DAUN (FOLIUM)

          CORMOPHYTA : TUMBUHAN YANG MEMPUNYAI KETIGA ALAT TERSEBUT

          THALLEUS : TUMBUHAN YANG BERTHALLUS CONTOH : SCHIZOPHYTA, THALLOPHYTA DAN BRYOPHYTA

          ALAT-ALAT UTAMA / ORGANA PRINCIPALIA:BAGIAN-BAGIAN POKOK DARI ALAT-ALAT TUMBUHAN (AKAR,BATANG DAN DAUN)



 

ANATOMI AKAR

           

 

Organologi mengkaji bagaimana struktur dan fungsi suatu organ.

Berikut adalah jaringan-jaringan dasar yang menyusun tiga organ pokok tumbuhan.

          AKAR

          Akar tersusun dari jaringan-jaringan berikut :

          epidermis

          parenkim

          endodermis

          kayu

          pembuluh (pembuluh kayu dan pembuluh tapis) dan

          kambium pada tumbuhan dikotil.

          Permukaan akar seringkali terlindung oleh lapisan gabus tipis.

          Bagian ujung akar memiliki jaringan tambahan yaitu tudung akar.

          Ujung akar juga diselimuti oleh lapisan mirip lendir yang disebut misel (mycel) yang berperan penting dalam pertukaran hara serta interaksi dengan organisme (mikroba) .

 


 

 

 

 

 

 

 

 


          Asal akar adalah dari akar lembaga (radix),

          pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang,

          pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.

          Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.

Meristem apikal tunas

Primordia daun Protoderma

Prokambium

Meristem dasar

Tunas aksiler

0,1 MM

Protoderma

Prokambium

Meristem dasar

Meristem apikal akar

2. Anatomi Akar

          Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam.
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Silinder Pusat/Stele

Ø  a. Epidermis

          Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air.

           Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.

          b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.

Ø  c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat.

          Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary.

          Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat.

          Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat.

          Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.

Ø  c.Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.

 

 

BATANG

Ø  Susunan batang tidak banyak berbeda dengan akar. Batang tersusun dari jaringan berikut:

          epidermis

          parenkim

          endodermis

          kayu

          jaringan pembuluh, dan

          kambium pada tumbuhan dikotil.

Struktur ini tidak banyak berubah, baik di batang utama, cabang, maupun ranting. Permukaan batang berkayu atau tumbuhan berupa pohon seringkali dilindungi oleh lapisan gabus (suber) dan/atau kutikula yang berminyak (hidrofobik). Jaringan kayu pada batang dikotil atau monokotil tertentu dapat mengalami proses lignifikasi yang sangat lanjut sehingga

          Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.

1. Batang Dikotil

          Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :

          a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel yang berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya.

          Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.

 

          b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.

 

c. Endodermis

          Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele.

          Endodermis tumbuhan Angiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.

 

d. Stele/ Silinder Pusat

          Merupakan lapisan terdalam dari batang.

          Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium.

          lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem.

          Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.

 

          Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler,

          Jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler.

          Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.

          Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun,

          pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

          Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler,

          Jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler.

          Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.

          Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun,

          pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan

 

Lingkaran Tahun.


 




Empulur adalah bagian berwarna putih di tengah. Bagian berwarna hijau di luarnya adalah jaringan kayu yang masih muda

2. Batang Monokotil

          Epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas.

          Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup

          artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.

          Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, tidak terjadi pertumbuhan penebalan sekunder.

          Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

          Kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan, mempunyai sifat-sifat berikut :

          Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf

          Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun.

          Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)

          Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.

          Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.

          Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.



 




DAUN

          DAUN

          Daun lengkap terdiri dari pelepah daun, tangkai daun serta helai daun.

          Helai daun sendiri memiliki urat daun yang tidak lain adalah kelanjutan dari jaringan penyusun batang yang berfungsi menyalurkan hara atau produk fotosintesis.

          Helai daun sendiri tersusun dari jaringan-jaringan dasar berikut:                                     

          epidermis

          jaringan tiang

          jaringan bunga karang dan

          jaringan pembuluh.

          Permukaan epidermis seringkali terlapisi oleh kutikula atau rambut halus (pilus) untuk melindungi daun dari serangga pemangsa, spora jamur, ataupun tetesan air hujan.



          Epidermis

          Epidermis merupakan lapisan terluar daun,

          Jaringan ini terbagi menjadi epidermis atas dan epidermis bawah,

          berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya.

          untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula.

          Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.

          Jaringan mesofil

          Jaringan Tiang, jaringan ini mengandung banyak kloroplas yang berfungsi dalam proses pembuatan makanan

          Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast.

          Jaringan pagar / PALISADE sel-selnya rapat

          Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.

          Jaringan bunga karang/SPONS sel-selnya agak renggang, lebih berongga sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel.

          dibandingkan dengan jaringan palisade, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

          Jaringan Pembuluh

          Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun

          Berkas pembuluh angkut

          Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium.

          Pada akar, Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral menuju daun.

          Pada batang, xilem berfungsi sebagai sponsor penegak tumbuhan

          Floem berfungsi mentransfor hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan

          Stoma

          Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi.

          Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis.

          Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2.

          Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.


Pigmen

          Pigmen adalah zat yang terdapat di permukaan suatu benda sehingga bila disinari dengan cahaya putih sempurna akan memberikan sensasi warna tertentu yang mampu ditangkap mata.

          Proses secara fisik sangatlah berbeda dengan fluorescent, phosphorescence dan bentuk lain dari luminescence, yang mana materi tersebut dapat mengeluarkan cahaya dengan sendirinya.