Jumat, 27 Desember 2019

Dasar ilmu Tanaman Part 2 ORGAN


ORGAN

 Ø  ALAT (ORGAN) PADA TUMBUHAN ADALAH

BAGIAN-BAGIAN DARI TUMBUHAN YANG TERSUSUN DARI JARINGAN-JARINGAN TERTENTU DAN MEMPUNYAI FUNGSI-FUNGSI YANG KHUSUS

Ø  ORGANOLOGI→ILMU YANG MEMPELAJARI ALAT-ALAT (ORGAN) TUMBUHAN

Ø  TUMBUHAN TINGKAT RENDAH : ALAT/ORGANNYA BERUPA THALLUS YANG BELUM MENGADAKAN DIFERENSIASI DAN BELUM ADA PEMBAGIAN PEKERJAAN CONTOHNYA : Alga hijau, Paku DDL.

Ø  TUMBUHAN TINGKAT TINGGI : ORGAN-ORGANNYA TELAH TERPISAH DAN TELAH ADA PEMBAGIAN TUGAS/PEKERJAAN, YANG DIBEDAKAN MENJADI ALAT VEGETATIF DAN GENERATIF

q  ALAT-ALAT VEGETATIF

          ALAT-ALAT UNTUK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN YANG TELAH MENGALAMI TERDIFERENSIASI

          CORMAT : ALAT PADA TUMBUHAN TINGKAT TINGGI YANG TELAH MENUNJUKKAN DIFERENSIASI DALAM TIGA BAGIAN POKOK : AKAR (RADIX), BATANG (CAULIS) DAN DAUN (FOLIUM)

          CORMOPHYTA : TUMBUHAN YANG MEMPUNYAI KETIGA ALAT TERSEBUT

          THALLEUS : TUMBUHAN YANG BERTHALLUS CONTOH : SCHIZOPHYTA, THALLOPHYTA DAN BRYOPHYTA

          ALAT-ALAT UTAMA / ORGANA PRINCIPALIA:BAGIAN-BAGIAN POKOK DARI ALAT-ALAT TUMBUHAN (AKAR,BATANG DAN DAUN)



 

ANATOMI AKAR

           

 

Organologi mengkaji bagaimana struktur dan fungsi suatu organ.

Berikut adalah jaringan-jaringan dasar yang menyusun tiga organ pokok tumbuhan.

          AKAR

          Akar tersusun dari jaringan-jaringan berikut :

          epidermis

          parenkim

          endodermis

          kayu

          pembuluh (pembuluh kayu dan pembuluh tapis) dan

          kambium pada tumbuhan dikotil.

          Permukaan akar seringkali terlindung oleh lapisan gabus tipis.

          Bagian ujung akar memiliki jaringan tambahan yaitu tudung akar.

          Ujung akar juga diselimuti oleh lapisan mirip lendir yang disebut misel (mycel) yang berperan penting dalam pertukaran hara serta interaksi dengan organisme (mikroba) .

 


 

 

 

 

 

 

 

 


          Asal akar adalah dari akar lembaga (radix),

          pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang,

          pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.

          Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.

Meristem apikal tunas

Primordia daun Protoderma

Prokambium

Meristem dasar

Tunas aksiler

0,1 MM

Protoderma

Prokambium

Meristem dasar

Meristem apikal akar

2. Anatomi Akar

          Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam.
a. Epidermis
b. Korteks
c. Endodermis
d. Silinder Pusat/Stele

Ø  a. Epidermis

          Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air.

           Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.

          b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.

Ø  c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat.

          Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary.

          Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat.

          Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat.

          Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.

Ø  c.Silinder Pusat/Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.

 

 

BATANG

Ø  Susunan batang tidak banyak berbeda dengan akar. Batang tersusun dari jaringan berikut:

          epidermis

          parenkim

          endodermis

          kayu

          jaringan pembuluh, dan

          kambium pada tumbuhan dikotil.

Struktur ini tidak banyak berubah, baik di batang utama, cabang, maupun ranting. Permukaan batang berkayu atau tumbuhan berupa pohon seringkali dilindungi oleh lapisan gabus (suber) dan/atau kutikula yang berminyak (hidrofobik). Jaringan kayu pada batang dikotil atau monokotil tertentu dapat mengalami proses lignifikasi yang sangat lanjut sehingga

          Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.

1. Batang Dikotil

          Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :

          a. Epidermis
Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel yang berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya.

          Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.

 

          b. Korteks
Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.

 

c. Endodermis

          Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele.

          Endodermis tumbuhan Angiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.

 

d. Stele/ Silinder Pusat

          Merupakan lapisan terdalam dari batang.

          Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium.

          lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem.

          Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.

 

          Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler,

          Jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler.

          Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.

          Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun,

          pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

          Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler,

          Jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler.

          Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.

          Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun,

          pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan

 

Lingkaran Tahun.


 




Empulur adalah bagian berwarna putih di tengah. Bagian berwarna hijau di luarnya adalah jaringan kayu yang masih muda

2. Batang Monokotil

          Epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas.

          Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup

          artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.

          Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, tidak terjadi pertumbuhan penebalan sekunder.

          Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

          Kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan, mempunyai sifat-sifat berikut :

          Umumnya berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain, akan tetapi selalu bersifat aktinomorf

          Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun.

          Biasanya tumbuh ke atas menuju cahaya atau matahari (bersifat fototrop atau heliotrop)

          Selalu bertambah panjang di ujungnya, oleh sebab itu sering dikatakan, bahwa batang mempunyai pertumbuhan yang tidak terbatas.

          Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan, tidak digugurkan, kecuali kadang-kadang cabang atau ranting yang kecil.

          Umumnya tidak berwarna hijau, kecuali tumbuhan yang umurnya pendek, misalnya rumput dan waktu batang masih muda.



 




DAUN

          DAUN

          Daun lengkap terdiri dari pelepah daun, tangkai daun serta helai daun.

          Helai daun sendiri memiliki urat daun yang tidak lain adalah kelanjutan dari jaringan penyusun batang yang berfungsi menyalurkan hara atau produk fotosintesis.

          Helai daun sendiri tersusun dari jaringan-jaringan dasar berikut:                                     

          epidermis

          jaringan tiang

          jaringan bunga karang dan

          jaringan pembuluh.

          Permukaan epidermis seringkali terlapisi oleh kutikula atau rambut halus (pilus) untuk melindungi daun dari serangga pemangsa, spora jamur, ataupun tetesan air hujan.



          Epidermis

          Epidermis merupakan lapisan terluar daun,

          Jaringan ini terbagi menjadi epidermis atas dan epidermis bawah,

          berfungsi melindungi jaringan yang terdapat di bawahnya.

          untuk mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula.

          Pada epidermis terdapat stoma/mulut daun berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan.

          Jaringan mesofil

          Jaringan Tiang, jaringan ini mengandung banyak kloroplas yang berfungsi dalam proses pembuatan makanan

          Parenkim daun terdiri dari 2 lapisan sel, yakni palisade (jaringan pagar) dan spons (jaringan bunga karang), keduanya mengandung kloroplast.

          Jaringan pagar / PALISADE sel-selnya rapat

          Kegiatan fotosintesis lebih aktif pada jaringan pagar karena kloroplastnya lebih banyak daripada jaringan bunga karang.

          Jaringan bunga karang/SPONS sel-selnya agak renggang, lebih berongga sehingga masih terdapat ruang-ruang antar sel.

          dibandingkan dengan jaringan palisade, berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

          Jaringan Pembuluh

          Jaringan pembuluh daun merupakan lanjutan dari jaringan batang, terdapat di dalam tulang daun dan urat-urat daun

          Berkas pembuluh angkut

          Terdiri dari xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh tapis, pada tumbuhan dikotil keduanya dipisahkan oleh kambium.

          Pada akar, Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral menuju daun.

          Pada batang, xilem berfungsi sebagai sponsor penegak tumbuhan

          Floem berfungsi mentransfor hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan

          Stoma

          Stoma (jamak: stomata) berfungsi sebagai organ respirasi.

          Stoma mengambil CO2 dari udara untuk dijadikan bahan fotosintesis, mengeluarkan O2 sebagai hasil fotosintesis.

          Stoma ibarat hidung kita dimana stoma mengambil CO2 dari udara dan mengeluarkan O2, sedangkan hidung mengambil O2 dan mengeluarkan CO2.

          Stoma terletak di epidermis bawah. Selain stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga bernafas melalui lentisel yang terletak pada batang.


Pigmen

          Pigmen adalah zat yang terdapat di permukaan suatu benda sehingga bila disinari dengan cahaya putih sempurna akan memberikan sensasi warna tertentu yang mampu ditangkap mata.

          Proses secara fisik sangatlah berbeda dengan fluorescent, phosphorescence dan bentuk lain dari luminescence, yang mana materi tersebut dapat mengeluarkan cahaya dengan sendirinya.